Cegah Kemasan Sekali Pakai, DLH Parepare Sosialisasikan Perwali

  • Whatsapp
Cegah Kemasan Sekali Pakai, DLH Parepare Sosialisasikan Perwali

PAREPOS.CO.ID, PAREPARE– Pemerintah Kota, melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Parepare, menggandeng Forum Komunitas Hijau (FKH), melaksanakan Rapat Koordinasi dengan mensosialisasikan Peraturan Walikota (Perwali) Nomor 22 tahun 2019 perihal pembatasan timbunan sampah sekali pakai.

Demi melancarkan kegiatan tersebut, menghadirkan sejumlah Pengurus FKH, Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK), dan Organisasi Masyarakat. Langkah awal yang dicontohkan, untuk mengurangi penggunaan sampah sekali pakai, yakni mebagikan tumbler untuk peserta kegiatan. Kegiatan tersebut digelar di Kebun Raya Jompi’e, Rabu, 23 Juni 2021.

Bacaan Lainnya

Ketua Bidang Peningkatan Kapasitas Lingkungan (DLH), Jenamar Aslan mengatakan timbulan sampah sekali pakai merupakan turunan dari kebijakan nasional untuk penanganan dan pengurangan sampah. Hingga kegiatan tersebut, kata dia untuk mendorong masyarkat mengurangi penggunaan sampah plastik. Karena target nasional 30% pengurangan sampah, dari total 100% timbunan sampah.

“Perlu pengurangan sampah plastik, karena kalau kita bawa ke tempat sampah itu tidak akan hancur, olehnya itu kita harus kurangi, melalui regulasi yang ada. Dengan adanya kerjasama dengan FKH akan membantu upaya dalam mendorong masyarakat untuk melakukan pengurangan sampah, khususnya sampah plastik. Kita juga mengunfang ketua – ketua LPMK untuk memberi masukan kepada masyarakat, setelah pertemuan kita ini, ada juga SKPD terkait yang terkait pengolahan sampah, ” terangnya.

Ketua FKH Parepare, H Bachtiar Syarifuddin, usai pertemuan tersebut mengatakan setelah kegiatan tersebut, LPMK akan merekrut lima orang warga yang peduli dengan lingkungan, agar koordinasi dengan masyarakat lebih mudah. Dan implementasi Perwali Nomor 22 tahun 2019 bisa lebih massif lagi. “Dengan perwali ini sudah minimal 2 tahun, perwali ini bisa terimplementasi di masyarakat. Adanya ini, ada perubahan pola laku masyarakat untuk tidak lagi menggunakan pruduk untuk sampah sekali pakai ,” pungkasnya. (ana/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *