Bupati Pangkep: Jangan Ada Pungli di RS Batara Siang

  • Whatsapp
Bupati Pangkep: Jangan Ada Pungli di RS Batara Siang
Bupati Pangkep Muhammad Yusran Lalogau(MYL) saat memberi sambutan pada pelaksanaan sosialisasi peraturan presiden nomor 87 tahun 2016 tentang Satgas Saber Pungli di Rumah sakit Batara Siang Pangkep, Rabu 23 Juni 2021.

PAREPOS.CO.ID,PANGKEP– Inspektorat Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Rabu 23 Juni, melaksanakan sosialisasi Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) di RS Batara Siang, Kecamatan Pangkajene. Tujuan dari sosialisasi tersebut, untuk memulihkan kepercayaan publik, memberikan keadilan dan kepastian hukum, dan mewujudkan daerah ini bebas dari pungutan liar. Adapun dasar hukum kegiatan adalah Perpres no. 87 tahun 2016 tentang satuan tugas saber pungli, dan Instruksi Mentri Dalam Negeri no. 180/3935/Sj tentang pengawasan pungli dalam penyelenggaraan Pemerintah Daerah.

Bupati Pangkep, HM Yusran Lalogau dalam pembukaan sosialisasi tersebut menuturkan, praktik pungli tentunya dapat merusak sendi-sendi kehidupan masyarakat. Maka memandang perlu untuk melakukan berbagai upaya nyata dalam melakukan pemberantasan tegas secara terpadu sehingga dapat menimbulkan efek jera kepada para pelakunya. Dan diharapkan dapat merubah pelayanan publik yang semula kurang baik menjadi lebih baik, sehingga khususnya dilingkungan ASN mampu mewujudkan prinsip Good Governance Dan Cleaner Governance secara bersama.

Bacaan Lainnya

Dia pun menekankan jangan sampai ada pungli di RS Batara Siang. Efek pungli sangat besar dampaknya, bukan hanya pada diri sendiri, tapi keluarga, akibat hukum bahkan pemecatan bagi ASN yang terbukti melakukan pungli. “Jangan ambil yang bukan hak kita, saya titipkan itu. Tanamkan dalam hati bapak-ibu, jangan mau menambah keuangan keluarga dari jalan pungli. Bekerja dengan baik, beri pelayanan terbaik kepada masyarakat. Insyaallah dimudahkan rezeki,”katanya.

Sementara itu, Direktur RS Batara Siang, dr Annas Ahmad menyampaikan, sosialisasi ini merupakan inisiasi dari inspektorat dengan menggandeng intansi Polri, TNI dan Kejaksaan. “Para peserta yang mengikuti sosialisasi sebanyak 60 orang terdiri dari manajemen, kepala instalasi, kepala ruangan dan perwakilan komite medis. Kami sangat merespon kegiatan ini, karena kami bagian dari unit pelayanan publik dan sangat bersentuhan serta sangat rawan terjadinya pungli,”jelasnya.

Terpisah, Kepala Inspektorat Pangkep, Saiful Yasin mengatakan, sosialisasi ini dilakukan agar tidak terjadi pungutan diluar ketentuan yang ada. Khususnya, di rumah sakit sebagai sarana pelayanan publik dilarang melakukan pungutan liar. Tugas Pokok dan fungsi saber pungli adalah untuk melaksanakan pemberantasan pungli secara efektif dan efisien dengan mengoptimalkan pemanfaatan , satuan kerja dan sarana prasarana baik yang berada di Kementerian/lembaga maupun Pemerintah Daerah.

Satgas ini terbuka terhadap pelibatan masukan dari masyarakat langsung, sehingga bukan hanya satgas dan unit saber pungli yang mencari tempat adanya pungli melainkan masyarakat diminta untuk ikut aktif melaporkan. Kemudian Intelejen, pencegahan dan sosialisasi, penindakan serta yustisi dalam menjalankan tugasnya satgas saber pungli diberikan kewenangan untuk melakukan operasi tangkap tangan.¬† “Kami selalu melakukan sosialisasi ini ke OPD, bahkan hingga pemerintah desa dan kelurahan,”tutupnya. Hadir dalam kegiatan itu, Kapolres Pangkep AKBP Endon Nurcahyo, perwakilan Dandim 1421 dan Kasi Intel Kejari Pangkep.(*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *