Buka Musran Pramuka Turikale, Ini Harapan Kakak HaTi

  • Whatsapp
Buka Musran Pramuka Turikale, Ini Harapan Kakak HaTi

PAREPOS.CO.ID,MAROS – Ketua Kwartir Gerakan Pramuka Maros, Suhartina Bohari menekankan poin penting dalam memperkuat Gerakan Pramuka Maros untuk menjadi sistem pendidikan Nasional. Hal itu ia ungkapkan saat membuka Musyawarah Ranting (Musran) Gerakan Pramuka Kecamatan Turikale di Baruga A Kantor  Bupati Maros, Sabtu 26 Juni 2021.

Suhartina Bohari memberikan arahan kepada seluruh Andalan Ranting, Pelatih, serta pengurus Dewan Kerja Ranting Turikale untuk memperhatikan kembali gugus depan yang menjadi ujung tombak pembinaan Gerakan Pramuka. “Kita semua berkumpul di tempat ini untuk menjalankan sebuah komitmen mekanisme organisasi tertinggi di tingkat Kwartir, maka perkuat koordinasi dan sosialisasi program. Bangun sinergitas dan kebersamaan dengan para stakeholder di wilayah Turikale,” ujar Wakil Bupati Maros itu.

Bacaan Lainnya

Suhartina juga mengatakan, jika kepada andalan kwartir ranting untuk memberikan kepercayaan terhadap adik-adik dewan kerja penegak dan pandega sebagai wadah kaderisasi internal kwartir. “Buka ruang seluas-luasnya kepada adik adik kita untuk berkreasi dan berinovasi, namun tetap didampingi. Kuatkan eksistensi mereka sebagai mekanisme sentral penegak dan pandega di wilayah kerja kwartir,” bebernya.

Ia pun berharap, jika Musyawarah Ranting yang akan dan telah dilaksanakan dapat berjalan efektif dan efisien agar menghasilkan keputusan-keputusan yang esensial bagi kemajuan Gerakan Pramuka di kwartir ranting. “Terpenting adalah mengaculah kepada rencana strategis Kwarcab Maros, hasil Muscab 2021, sehingga hasil yang keluar nantinya dapat disinergikan guna efektifitas dan efisiensi pembangunan pendidikan Gerakan Pramuka di Maros yang lebih progresif,” tutup Kakak HaTi, sapaan akrab Suhartina Bohari.

Senada dengan itu, Wakil Ketua Kehumasan dan Informatika Kwarcab Maros, Andi Darmawati, menjelaskan jika agenda Gerakan Pramuka Maros menjelang pelantikan kepengurusan Kwarcab akan menyelesaikan Musyawarah Ranting terlebih dahulu sesuai amanat UU Republik Indonesia No. 12 Tahun 2010. “Sementara ini baru tiga kecamatan yang telah melaksanakan musyawarah ranting dari 14 kecamatan, yaitu Bantimurung, Marusu dan Turikale, kedepan sudah ada delapan kecamatan yang telah diagendakan, dan sisanya akan dijadwalkan, menunggu kesiapan,” jelasnya.(tip/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *