BKD Gandeng KPKNL Parepare, Enam Randis tidak Berhasil Dilelang 

  • Whatsapp
BKD Gandeng KPKNL Parepare, Enam Randis tidak Berhasil Dilelang 

PAREPOS.CO.ID, PAREPARE — Pemerintah Kota Parepare melalui Badan Keuangan Daerah (BKD) Kota Parepare lakukan lelang kendaraan dinas dengan menggandeng Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Parepare. Kegiatan dilaksanakan di Ruang Pertemuan Aset Kantor Walikota Parepare, Kamis 17 Juli 2021.

Lelang dilakukan secara umum dan terbuka dengan menggunakan aplikasi lelang internet. Namun metode penawaran dilakukan sistem tertutup. BKD kali ini melelang dua jenis barang, yakni 13 unit besi tua, dan 30 unit kendaraan roda enam, roda empat, dan roda tiga.

Hadir dalam kegiatan lelang, Kepala BKD Kota Parepare, Djamaluddi Achmad, Kepala KPKNL Fredy Himarwanto dan jajaran, serta Kepala Bidang Aset dan beberapa peserta lelang. Sebanyak 13 unit besi tua berhasil dilelang dengan total sekitar Rp 424 juta, dari limit sekitar Rp 258 juta.

Terdapat enam unit berupa roda enam, dan roda empat tidak berhasil di lelang. Namun demikian hasil pelelangaan tetap meningkat dari limit awal Rp495.919 juta menjadi Rp 522. 261 juta.

Kepala BKD Kota Parepare, Jamaluddin Achmad, mengatakan, barang yang tidak berhasil di lelang akan diikutkan pada pelelangan berikutnya. “Yang tidak terjual itu bisa dilelang ulang lagi. Apabila tahun ini ada tambahan maka dikasi masuk lagi disitu, harga lelangnya akan diatur lagi. Tidak laku ini, ada motor gerobak sampah, bus roda enam, ambulance,” katanya.

Jamaluddin, mengapresiasi kerjasama bersama KPKNL atas pelelangan milik daerah tersebut, yang dilaksanakan secara transparan. Dikatakan barang yang dilelang tersebut tidak terpakai lagi. Kata dia hasil pelelangan akan masuk di kas daerah sebagai PAD. “Transparansinya tidak di ragukan lagi terhadap pelelangan. Pada tahun lalu juga telah dilaksanakan secara online, namun sistem terbuka, kali ini sistem tertutup. Tahun lalu banyak sekali barang yang sisa, sekarang ini alhamdulillah hanya enam yang sisa,” tuturnya.

Kepala KPKNL Fredy Himarwanto menyampaikan, lelang saat ini dilaksankan secara elektronik, agar tidak ada kecurangan, karena by sistem. Kata dia saat ini sistem lelang sistem tertutup tidak akan mengetahui siapa yang melakukan proses lelang.

“Pelelang melakukan penawaran setiggi-tingginya, karena kami juga tidak tahu siapa yang menawar disitu, angka berapa. Nanti bisa ketahuan setelah jadwal buka lelang dibuka. Setelah terbuka maka akan ketahuan objeknya apa, harganya berapa, dan berapa orang yang melakukan pelelangan,” ucapnya. (ana/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *