Berkunjung ke Perkebunan Porang, Mentan : Super Prioritas Pertanian

  • Whatsapp
Berkunjung ke Perkebunan Porang, Mentan : Super Prioritas Pertanian

PAREPOS.CO.ID, SIDRAP — Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo berkunjung ke perkebunan porang di Dusun Tellang, Desa Talumae, Kecamatan Watang Sidenreng, Kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan (Sulsel), Sabtu 5 Juni.

Gubernur Sulsel dua periode itu meminta komoditi porang digenjot pengembangannya. Sebab, kata dia, komoditi porang menjadi super prioritas pertanian.

Bacaan Lainnya

“Porang ini masa depan. Saya mau lihat hasil pengembangannya dalam tiga bulan lagi. Buat ini lebih kuat,” pinta SYL akronim Syahrul Yasin Limpo.

SYL mengaku serius menggarap produksi komoditas porang untuk mendukung peningkatan perekonomian nasional.

Salah satu terobosannya, katanya, dengan mencetak banyak petani milenial yang inovatif dan mampu mengkoneksikan pasar ekspor.

“Hari ini, saya bersama Syaharuddin Alrif sebagai petani millenial andalan bahkan duta petani milenial kita secara nasional yang mengembangkan terobosan pertanian. Ini sesuai arahan Presiden Jokowi meminta saya melakukan akselerasi terhadap komoditas yang memiliki skala ekonomi,” katanya.

SYL menuturkan, pihaknya akan mendorong petani-petani muda memiliki kreatifitas mengelola sektor pertanian sehingga menghasilkan produk siap pakai.

Tidak hanya itu, dia berjanji akan menyokong bantuan bagi petani milenial yang agresif dalam dunia pertanian.

“Hari ini Syaharuddin membuktikan lahan yang seperti apa adanya ini dengan porang bisa menghasilkan¬†miliaran rupiah. Tumpang sari juga beliau lakukan dengan pisang,” ucapnya.

SYL tak memungkiri peran penting sinergitas lintas kementerian untuk memajukan komoditas porang. Sebab dengan begitu, komoditas porang bisa menghasilkan kualitas ekspor yang bagus.

“Kementan di sisi pengembangan budi daya dan produksinya, sinergitas yang dilakukan oleh lembaga lainnya dilaksanakan seperti dari Kementerian Perindustrian yang membina industri pengolahan. Sedangkan pasar dan ekspor oleh Kementerian Perdagangan,” ujar dia.

Dia menyebutkan, produksi komoditas porang sebanyak 80 hingga 85 persen dihasilkan dalam bentuk chips untuk diekspor.

Sedangkan, katanya, 10 hingga 15 persen untuk konsumsi dalam negeri dalam bentuk beras porang maupun mie porang.

Selain pengolahan pascapanen menjadi beras Porang dan mie, lanjut dia, komoditas porang mempunyai 21 produk turunan dalam bentuk makanan lainnya, kosmetik, industri.

“Pak Dirjen, saya mau sisi intervensi pertanian nanti bisa mengangkat kesejahteraan petani itu 20 persen, hitung itu. Ini harus segera dikerjakan,” tutur SYL.

Sementara itu, Petani milenial Syaharuddin Alrif mengatakan, kebun porang yang dikembangkanya mulai tahun 2020 ditumpang sarikan dengan komoditas pisang.

Kebun itu, kata dia, diharapkan dapat menjadi percontohan seluruh masyarakat Indonesia untuk menggarap budi daya porang secara moderen, profesional, dan maju.

“Dengan menanam pisang kita mampu menghasilkan 200 juta perhektar selama satu setengah tahun. Ini bisa membiayai kehidupan sehari hari dan porangnya nanti kita tabung buat beli mobil,” kata Syaharuddin yang juga Wakil Ketua DPRD Sulsel ini.

Legislator NasDem ini menjelaskan, ada 400 hektare lahan pengembangan di Sidrap yang berada di tujuh desa.

Sehingga, kata dia, pengolahan hasil panen harus segera diupayakan untuk menghasilkan produk siap pakai yang akan diekspor ke pelbagai negara.

Sementara, lanjut dia, hingga saat ini luas lahan porang di Sulsel baru mencapai 2000 hektare dengan hasil per hektarnya mencapai Rp 270 juta hingga Rp 300 juta.

“Dari hasil budidaya yang kami lakukan maka sudah menghasilkan benih yang berkualitas dan sudah berlabel dan bersertifikasi. Jadi buat masyarakat yang ingin tanam tidak perlu khawatir, benih ini sudah siap disebar ke masyarakat untuk dikembangkan di tempat lain,” sebutnya.

“Kami berharap bantuan Pak Menteri Pertanian agar bisa menambah pengembangan porang di Sulsel. Paling tidak, dari 2000 menjadi 25000 hektare. Dari luasan ini, diharapkan menghasilkan uang yang berlipat-lipat. Petani siap membudidayakan porang,” imbuhnya.

Sekadar diketahui, SYL juga meninjau rice milling unit yang berada di Kabupaten Sidrap. Tidak hanya itu, SYL juga sekaligus melepas truk mobil beras yang akan didistribusikan ke Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT). (ami/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *