Bendahara SMPN 1 Pinrang Klaim Pemotongan Berdasar Kesepakatan

  • Whatsapp
Bendahara SMPN 1 Pinrang Klaim Pemotongan Berdasar Kesepakatan

PAREPOS– Dugaan adanya pungutan liar berupa pemotongan Gaji 13 dan Tunjangan Hari Raya (THR) bagi tenaga Guru di SMPN 1 Pinrang dibantah pihak sekolah.
Alasannya pemotongan itu sebagai bentuk sumbangan berdasarkan keputusan rapat bersama.

Bendahara SMPN 1 Pinrang, Hj Rasma mengatakan, uang THR itu dipotong berdasar kesepakatan guru dan pegawai berstatus ASN dengan pengelola keuangan.
Pemotongan gaji tersebut sudah menjadi program rutin.
Hj Risma mengatakan, tujuan dari pemotongan itu diperuntukan untuk pegawai dan guru yang purna bakti sebagai rasa terima kasih atas jasanya. “Jadi ini merupakan bantuan untuk mereka yang purna bakti di sekolah kami” katanya, Jumat 18 Juni, pagi tadi.
Jika ada sisanya, kata Hj Risma, maka disiapkan buat tambahan pendapatan para tenaga honorer, bantuan korban bencana dan program sosial lainya yang tidak dibiayai oleh anggaran sekolah.
“Ini merupakan inisiatif para guru dan pegawai yang berstatus ASN dengan syarat tidak ada unsur paksaan, pesan dari kepala sekolah” ungkapnya.
Menurutnya tahun ini ada tiga pegawai dan guru yang akan pensiun, biasanya  dibelikan emas sebagai bentuk cinderamata dari guru dan pegawai yang masih aktif.  Salah seorang guru  mengakui kesepakatan itu dan tidak mempermasalahkan. “Kami tidak permasalahkan pak, karena itu sudah menjadi keputusan bersama” kata Andi Fatma yang ikut diamini oleh beberapa guru lainya.
Senada diungkapkan, Kepala SMPN 1 Pinrang, Muh Saleh yang ikut membantah tuduhan adanya pungutan liar yang terjadi di sekolah yang dipimpinnya. “Jadi bukan pungli, itu berdasarkan rapat antara guru dan pegawai berstatus ASN sebagai bentuk sumbangan dan tidak ada paksaan,”tegasnya.
Sebelumnya telah diberitakan, dugaan terjadinya pungutan liar di SMPN 1 Pinrang yang beberapa hari terakhir mencuat dipermukaan. Hal itu setelah sejumlah guru penerima Gaji 13 dan Tunjangan Hari Raya (THR) mengaku menemukan pengurangan saat menerima hak istimewanya dari pemerintah. Beberapa pihak pun menduga jika pemotongan itu dilakukan oleh pihak tertentu. Total pemotongan tersebut sebesar Rp 200 ribu tiap guru yang menerima gaji 13. Dan Rp 100 ribu untuk THR. Jumlah tenaga guru bersatus ASN di SMPN 1 Pinrang itu sebanyak 52 orang.
(mnr/b)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *