Enam Pekerja Dipecat Tanpa Pesangon, KSPSI Sambangi Disnaker

  • Whatsapp
Enam Pekerja Dipecat Tanpa Pesangon, KSPSI Sambangi Disnaker

PAREPOS.CO.ID, SIDRAP — Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Parepare menyambangi Kantor Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Sidrap. Hal itu menyikapi pemecatan enam karyawan tanpa pesangon oleh salah satu perusahaan distributor barang di Sidrap.

Mereka yang di PHK diantaranya Usman Ahmad (driver), Hartono (helper), Andi Patiroi (helper), Hamzah (driver), Imran (sales) dan Firman (sales). Tidak hanya di PHK, dua sales yakni Imran dan Firman bahkan dipidanakan. Mereka dituding memalsukan faktur perusahaan tahun 2015-2019.

Kepala Bidang Tenaga Kerja Disnaker Sidrap, Munawir Syam mengaku tak mau ambil resiko terkait kasus itu. Munawir menganggap, persoalan itu bukan prioritas. Sebab, kata Munawir, Disnaker Sidrap tak memiliki bidang hubungan industrial. “Kami harus hati-hati dalam mengambil keputusan. Karena Disnaker Sidrap tak memiliki pelaksana teknis yang menangani hubungan industrial. Sementara masalah itu harus dimediasi mediator. Makanya langkah kita selanjutnya akan meminta petunjuk dari Disnaker Provinsi. Kita harus hati-hati, jangan sampai salah satu pihak dirugikan,” kata Munawir, di Kantor Disnaker Sidrap, Sulawesi Selatan (Sulsel), Rabu 30 Juni.

Dia pun berjanji akan meneruskan masalah ini ke Disnaker Provinsi Makassar. Sebab, kata dia, perusahaan yang ada di Sidrap memiliki induk di Makassar. Terlebih, kata dia, sebagian kewenangan terkait hubungan industrial ada di Disnaker Provinsi. “Bukannya kita tak mau bantu, tetapi masalah ini harus dibicarakan dengan beberapa pihak. Kita mesti konsultasi dengan Disnaker Provinsi terkait kasus ini. Apalagi dua karyawan juga sedang menjalani kasus pidana,” ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris KSPSI Parepare, Zulkifli menyayangkan sikap tak jelas Disnaker Sidrap. Menurut Zulkifli, Disnaker Sidrap tak punya solusi mengatasi pekerja yang butuh perlindungan. Dia menilai Disnaker seolah lepas tangan dan tak mau bertanggung jawab. “Kami menyayangkan sikap Disnaker Sidrap yang tidak tegas dengan masalah ini. Disnaker seolah tak peduli sama tenaga kerja,” sesalnya.

Karena itu, kata dia, pihaknya akan mengajukan masalah ini ke DPP KSPSI Makassar untuk meneruskan kasus ini ke Disnaker Provinsi. “Kami mau masalah ini sampai di Provinsi,” pungkasnya.

Sekadar mengingatkan, dua eks pekerja di Sidrap tak hanya di PHK tanpa pesangon. Mereka juga dituding memalsukan faktur perusahaan. Saat ini, keduanya sudah dua bulan ditahan di Rutan Sidrap dan sudah menjalani sidang pledoi. (ami/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *