Salat Ied di Masjid Agung, Taufan Pawe: Jangan Lepas Memakai Masker

  • Whatsapp
Salat Ied di Masjid Agung, Taufan Pawe: Jangan Lepas Memakai Masker
Wali Kota Parepare saat menyampaikan sambutan di Masjid Raya

PAREPOS.CO.ID, PAREPARE – Seluruh umat muslim di Kota Parepare meraih kemenangan 1 Syawal 1442 Hijriah. Hampir seluruh masjid diperbolehkan dalam melaksanakan salat Idulfitri secara berjamaah, dengan tetap memperhatikan ptotokol kesehatan. Wali Kota Parepare Dr HM Taufan Pawe, Wakil Wali Kota H Pangerang Rahim, Kapolres, Dandim, Kajari, Kepala Kemenag, Sekda, Kepala Kemenag Kota Parepare, para Camat serta Kepala SKPD melaksanakan salat idulfitri 1 Syawal 1442 Hijriah di Masjid Agung Kota Parepare. Selaku khatib Dr H Arifuddin Lewa yang juga merupakan Staf Ahli MPR RI.

Dalam sambutannya, Taufan Pawe mengatakan hari raya Idulfitri merupakan momentum untuk mempererat silaturahmi kepada saudara-saudara. Selain itu, juga untuk mengkokohkan sinergitas dalam membangun Kota Parepare tercinta.”Pelaksanaan tahun ini masih dalam masa pandemi Covid-19. Namun, Pemerintah mengijinkan pelaksanaan di masjid dan sejumlah lapangan, dengan tetap mengikuti protokol kesehatan. 50 persen kapasitasnya, tetap jaga jarak, dan jangan lepas memakai masker,” ujarnya.

Bacaan Lainnya

Hal ini, kata Dewan Pembina SMSI Parepare, dikarenakan pemerintah berkomitmen masyarakatnya tetap melaksanakan salat Idulfitri secara aman dan nyaman. “Alhamdulilah Kota Parepare dinyatakan zona hijau dalam waktu sebulan terakhir. Ini tak lepas atas dukungan warga Parepare yang tetap mematuhi protokol kesehatan. Ini anugerah nikmat luar biasa,” ucapnya.

Lebih lanjut, Kota Parepare pernah pada zona merah yang sangat mencekam. Semua sektor berpengaruh, termasuk ekonomi.”Total konfirmasi positif di Kota Parepare sebanyak 1442, sembuh 1395, meninggal 47. Dan Alhamdulillah Kasus aktif 0. Tidak ada lagi pasien di rumah sakit manapun. Ini berkat dukungan rakyat saya, juga dukungan intens dari TNI-POLRI yang membantu memotong mata rantai covid-19,” kata Taufan Pawe melanjutkan.

Ia pun berharap masyarakat Kota Parepare tetap patuh pada protokol kesehatan meski dalam situasi zona hijau. Olehnga itu, ia mengajak masyarakat kota Parepare agar memaknai Idulfitri ini. Karena, masa pandemi membuat umat muslim meningkatkan kepedulian sesama. Karena kepedulian merupakan salah satu cara melawan Covid-19,” harap Ketua DPD I Golkar Sulawesi Selatan.

Dia pun mengingatkan masyarakat Kota Parepare agar bahu-membahu dalam menghadapi situasi ini, dengan mematuhi protokol kesehatan, jangan melepas masker, jaga jarak, dan jangan berkerumun. Karena Covid-19 tidak akan pergi begitu saja. “Kita ingin Parepare kembali ke kehidupannya semula yaitu sejahtera dan aman. Sadarkah kita apabila dana-dana untuk rakyat kita gunakan untuk penanganan Covid. Saya kemukakan bahwa satu pasien Covid-19 di Ruangan Instalasi Gawat Darurat (IGD), kita mengeluarkan buaya minimal tujuh hingga delapan tahun oksigen perharinya, dengan anggaran mencapai Rp 5 juta perhari,” bebernya. “Banyak pembangunan kemanusiaan ingin kita bangun, namun apa daya, anggaran direcofusing untuk penanganan Covid. Semoga situasi saat ini bisa kita pertahankan terus-menerys. Insya Allah kesejahteraan Kota Parepare akan kembali,”tutupnya. (dar/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *