Rektor UNM Pesan 2500 Jas Almamater Kepada Napi

  • Whatsapp
Rektor UNM Pesan 2500 Jas Almamater Kepada Napi
Rektor Universitas Negeri Makassar mengunjungi Lapas Makassar dalam rangka melihat progres pemesanan jas almamater yang dibuat oleh para narapidana.

PAREPOS.CO.ID, MAKASSAR- Rektor Universitas Negeri Makassar mengunjungi Lapas Makassar dalam rangka melihat progres pemesanan jas almamater yang dibuat oleh para narapidana. Program ini merupakan tindak lanjut dari hasil MoU antara UNM dan Lapas Makassar beberapa waktu yang lalu. Yakni memberi dan melakukan pembinaan bagi seluruh narapidana, baik dalam bentuk spiritual, psikologi, maupun wirausaha.

Tahap awal dalam program pembinaan warga narapidana ini UNM terlebih dahulu melakukan pemetaan kompetensi, kemampuan dan keterampilan, bahkan masalah-masalah psikologis yang dialami narapidana selama di Lapas. Setelah itu melibatkan seluruh elemen yang ada di UNM untuk mengajari para Nara pidana sesuai dengan bakat dan karakter yang dimiliki oleh para Napi.

Bacaan Lainnya

Bila para Napi berbakat pada mekanik maka akan ditangani oleh Fakultas Teknik, begitupun keahlian yang lain akan dibina sesuai dengan kompetensi yang telah dipetakan. Dalam program itu, UNM sendiri juga melakukan pemesanan 2500 almamater yang dibuat oleh Napi. ” Dan kualitasnya sangat baik,” kata Rektor UNM Prof. Husain Syam

Sementara itu Kepala Lapas Hernowo Sugiastanto mengatakan saat ini para Napi telah menyelesaikan 2400 jas almamater. “Jas almater yang dipesan para Napi itu sebanyak 3.000. Dimana 2.500 untuk UNM dan 500 untuk Bosowa. Dari jumlah tersebut 400 almamater untuk UNM telah selesai dikerjakan. Sebelumnya itu sudah diproduksi beberapa lembar. Baik dari UNM dan Bosowa 2.000,” katanya

Tak hanya mengerjakan Jas almamater Hernowo juga mengatakan para Napi ini memproduksi baju, APD, sabun hingga Roti. ” Untuk baju warga binaan dijahit di sini. Kalau untuk rutan itu sudah 1.000. Untuk lapas ini sendiri 2.000 lembar. Ada juga baju muslim perempuan, produknya itu di pasarkan sesuai pesanan, seperti di butik,” katanya

Sementara untuk Sabun ini sebenarnya sudah lama. ” sempat berhenti karena pandemi, tetapi kita sekarang jalankan kembali 1 bulan lebih. Produksinya sudah di pasarkan di daerah, Soppeng dan Selayar bahkan Kendari,” tutur Hernowo ” Begitupun Usaha roti dari tahun 2019, sempat berhenti karena covid-19, sekarang kita lakukan lagi karena menghadapi new normal, sekarang kita mulai produksi lagi, kurang lebih satu bulan,” tutupny

Owner PT Amura Pratama, Andi Fahrul Amsal yang menjadi partner, warga binaan adalah kelompok masyarakat yang juga harus mempunyai penghasilan seperti halnya masyarakat pada umumnya.”Dan Alhamdulillah Pak Rektor UNM memberi kepercayaan untuk warga binaan,” kata Andi Fahrul, milenial yang kini punya usaha garmen. Pada Ramadhan ini, lanjutnya, warga binaan disibukkan mengerjakan jas almamater UNM sehingga mereka akan menerima penghasilan.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *