Ratusan Aparat Siaga di Perbatasan, Warga Ajatappareng Boleh Melintas

  • Whatsapp
Kapolres,Parepare, AKBP Welly Abdillah SH SIK

PAREPOS.CO.ID, PAREPARE – Pemerintah Kota Parepare bersama Forkopimda yang tergabung dalam Satgas Penanganan Covid-19 menggelar rapat koordinasi perihal perpanjangan pemberlakuan pendisiplinan protokol kesehatan dan pelarangan mudik serta persiapan menjelang hari raya Idulfitri.

Rapat koordinasi yang dihadiri Kapolres, AKBP Welly Abdillah, Kajari, Didi Haryono, Ketua DPRD Andi Nurhatina, dan sejumlah Kepala SKPD, bertempat di Kantor Walikota Parepare, Selasa 4 Mei 2021. Semua yang mengikuti rakor menyepakati sejumlah kebijakan demi pendisiplinan protokol kesehatan. Salah satu di antaranya mengenai memperketat pengawasan pengendara yang melintasi wilayah Kota Parepare.

Bacaan Lainnya

Tiga titik perbatasan, baik di batas kota Parepare-Sidrap, Parepare-Pinrang, maupun Parepare-Barru dijaga ketat 140 aparat TNI/Polri, Satpol, Dinas Perhubungan, dan Dinas Kesehatan yang “meronda” hingga 24 jam secara bergantian mulai tanggal 6 hingga 17 Mei 2021. “Adanya pelarangan mudik yang tegas untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19. Saya sangat mengapresiasi apa yang dilakukan oleh Kapolres dengan membuat pos penyekatan di tiga titik yakni Perbatasan Kabupaten Pinrang, Sidrap dan kabupaten Barru,” ujar Taufan Pawe.

Secara teknis, Kapolres Parepare AKBP Welly Abdillah menguraikan penyekatan arus mudik algomerasi sebagai implementasi instruksi pemerintah pusat. “Bagi pengendara yang melintas, wajib memperlihatkan identitas kependudukan. Jika tidak, pengendara tersebut siap-siap memutar balik arah kendaraannya,” kata Welly.

“Khusus warga Barru, Pinrang, Sidrap, dan Enrekang diperbolehkan untuk melintas di Kota Parepare dengan syarat menunjukkan KTP. Selain dari itu, maka langsung putar balik dan tidak boleh melintas. Di setiap batas kota dipasangi spanduk yang bertuliskan warga Kabupaten Barru, Pinrang, Sidrap dan Enrekang (Ajatappareng) bisa melintas dengan menunjukkan Kartu Tanda Penduduk,” tegasnya.

Tak terkecuali bagi mereka yang melakukan perjalanan Dinas, mengunjungi keluarga yang sakit, ibu hamil, atau hendak pergi melayat dengan catatan memperlihatkan surat keterangan/persetujuan dari Kelurahan/Desa masing-masing. Selain kebijakan itu, Satgas Covid-19 yang dipimpin Wali Kota Parepare, Taufan Pawe juga menyepakati peniadaan takbir keliling. “Juga larangan salat id di lapangan besar seperti lapangan sepak bola. Semuanya hanya boleh dilaksanakan di masjid atau di lapangan kecil seperti lapangan bulu tangkis. Ini untuk memastikan tidak terjadinya kerumunan sehingga memicu penyebaran Covid-19. (dar/B)

Pos terkait


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *