Pegiat Literasi Parepare Sumbang Puisi untuk Palestina

  • Whatsapp
Pegiat Literasi Parepare Sumbang Puisi untuk Palestina

PAREPOS.CO.ID, PAREPARE — Sejumlah pegiat literasi di Kota Parepare, Sulawesi Selatan (Sulsel) menyumbang puisi untuk Palestina.
Kegiatan yang bertajuk ‘malam puisi dan doa’ itu digelar di sekretariat Rumah Belajar Cinta Damai (RBCD), jalan Jenderal Sudirman, Lapadde, Parepare, Rabu 19 Mei, pukul 20.00 wita.

Ketua Forum Komunikasi dan Literasi Parepare (FKLP), Rasdy Gery mengatakan, puisi tersebut digelar agar menimbulkan empati untuk Palestina.

Bacaan Lainnya

“Tujuannya agar membawa kita merasakan apa yang dirasakan rakyat Palestina. Puisi itu membuat kita bisa berempati agar kita berdonasi untuk Palestina,” kata Rasdy, Kamis 20 Mei.

Dia meyakini, setiap puisi yang dipanjatkan merupakan doa agar Palestina tak lagi dijajah Zionis Israel.

“Semuanya adalah doa. Insyallah doa kita terkabulkan, apalagi ini masih bulan Syawal,” ujar Kabid Pengolahan, Layanan, dan Pelestarian Bahan Perpustakaan Dinas Perpustakaan Parepare ini.

Sementara itu, Direktur RBCD, Asniar Khumas menuturkan, kegiatan itu tidak hanya dihadiri pegiat literasi. Tetapi, kata dia, juga dihadiri orang-orang yang berempati terhadap kemanusiaan di Palestina.

“Yang hadir ada dari para penulis, pegiat literasi, wartawan, tokoh masyarakat, mubalig hingga mahasiswa,” kata Asniar.

Selain itu, Dosen Psikologi Universitas Negeri Makassar (UNM) ini menceritakan pengalamannya saat berkunjung ke Palestina, April 2017, lalu.

“Saat kita berkunjung ke Al-Aqsa di Yerusalem, kita merasakan betul apa yang terjadi di sana,” ujarnya.

Dia membeberkan, perjalanan ke Palestina tak semudah dibayangkan. Sebab, lanjut dia, tentara Israel memperketat jalur perbatasan. Bahkan, visa yang dikeluarkan juga berasal dari Israel.

“Mungkin secara de jure (hukum) Palestina dianggap ada, tetapi secara de facto (kenyataan) tidak ada karena memang semua diatur Israel. Bahkan penyaluran logistik ke Palestina harus pengawalan Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB). Semua tempat juga dijaga ketat Israel,” tandasnya. (ami/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *