OTK Bakar Ruangan Kades, Diduga Soal Pembagian BLT

  • Whatsapp
OTK Bakar Ruangan Kades, Diduga Soal Pembagian BLT

PAREPOS.CO.ID, SIDRAP — Ruangan Kepala Desa (Kades) di Kantor Desa Padangloang Alau, Kecamatan Duapitue, Kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan (Sulsel) diduga dibakar orang tak dikenal (OTK), Sabtu 22 Mei pukul 00.30 wita.

Akibat peristiwa itu, kain gorden dan kursi hangus dilalap api. Beruntung, api berhasil dijinakkan sebelum menjalar ke rumah warga.

Bacaan Lainnya

Kanit Reskrim Polsek Duapitue Sidrap, Ipda Muh Tahir Mange mengatakan, pihaknya mencari pelaku pembakaran itu. Saat ini, kata dia, belum diketahui motif pelaku.

“Sementara diselidiki dugaan pembakaran Kantor Desa Padangloang Alau,” kata Ipda Muh Tahir.

Muh Tahir mengaku telah mengantongi sejumlah barang bukti yang diduga digunakan pelaku menjalani aksinya.

“Kami temukan sarung, celurit, korek kayu di lokasi kejadian,” akunya.

Sementara itu, Kades Padangloang Alau, Dais Labanci mengungkapkan, pembakaran Kantor Desa itu juga sebelumnya nyaris dibakar OTK.

“Ini sudah yang ketiga kalinya. Sebelumnya juga pernah ditemukan bensin dan solar. Pelaku kala itu sempat merusak jendela kantor. Tidak hanya itu, kantor itu juga pernah dilempar bom molotov,” kata Dais.

Dais berharap, polisi segera mengusut tuntas kasus ini. sebab kejadian ini sudah meresahkan warga.

“Kami sudah laporkan ini ke polisi. Insyaallah saya segera melaporkan kasus ini secara tertulis ke Pemerintah Kecamatan dan Kabupaten,” ucap dia.

Kemungkinan, kata dia, kejadian ini dipicu karena adanya ketidakpuasan masyarakat.

“Mungkin karena kepuasan mereka tidak tercapai, ada yang ingin melengserkan saya sebagai kepala desa,” terangnya.

Termasuk adanya kecurigaan pemotongan Bantuan Langsung Tunai (BLT).

“Ada yang mencurigai saya mengambil BLT. Padahal saat dilapor ke Polisi, hal itu tidak terbukti,” ungkapnya.

Pemotongan BLT itu, lanjut dia, dilakukan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

“Masyarakat menduga pemotongan dilakukan dari pihak desa. Padahal ada oknum yang tidak bertanggung jawab yang melakukan hal tersebut,” tandasnya. (ami/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *