Miris, Penggunaan BBM Bersubsidi jadi Sorotan di Mateng

  • Whatsapp
Miris, Penggunaan BBM Bersubsidi jadi Sorotan di Mateng
SPBN yang berada di Dusun Mes, Desa Babana, Kecamatan Budong-budong Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng)

PAREPOS.CO.ID,MAMUJU TENGAH-Penggunaan BBM bersubsidi sering kali tidak tepat sasaran, hingga menjadi sorotan masyarakat. Perbuatan menjurus pelanggaran ini terjadi di depan mata, namun nyaris tidak ada penindakan. Hal ini pula yang membuat warga yang harusnya berhak menerima BBM bersubsidi jadi kehilangan hak. Salah satunya terjadi di salah satu Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN) dengan nomor XXXXX 5.04 yang berada di wilayah Hukum Polsek Budong-budong,di Dusun Mes, Desa Babana, Kecamatan Budong-budong Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng).

Ketua Umum Lembaga Pengawasan Kinerja Pemerintah dan Aparatur Negara Republik Indonesia (LAKIP) RI, Aldin ikut membenarkan kondisi yang terjadi di wilayah Kabupaten Mateng. Dia pun mencontohkan salah satu SPBN dengan nomor XXXXX 5.04 yang berada di Dusun Mes, Desa Babana, Kecamatan Budong-budong yang hingga saat ini menjadi keluhan para nelayan. Pasalnya, penggunaan BBM bersubsidi di monopoli oleh pengecer atau pengepul.

Bacaan Lainnya

Aldin mengakui, BBM subsidi yang ada di SPBN tersebut semestinya diperuntukan bagi para nelayan. Namun, justru salah sasaran karena di jual secara umum bagi mereka yang bukan berpofesi sebagai nelayan. Dan mirisnya lagi, BBM subsidi tersebut hanya melayani pengisian jeriken yang menggunakan mobil pick-up. Bahkan modus menggunakan tangki modipikasi atau rakitan yang isinya bisa mencapai ratusan liter, yang kemudian disalurkan ke derah tertentu.” Ini merupakan temuan LAKIP RI dari hasil investigasi atas laporan dari masyarakat,”ungkapnya.

Aldin mengakui, sesuai dengan informasi dan laporan atas aduan masyarakat tentang dugaan adanya kegiatan penyalah guna penyaluran Bahan Bakar minyak yang terjadi di SPBN Nomor XXXX5.04. LAKIP-RI telah menindak lanjuti informasi masyarakat setempat dengan cara menurunkan tim investigasi gabungan dilakukan secara maraton. Dan telah di temukan ada tangki penampungan yang berskala cukup besar. Hal ini tentunya melanggar undang undang Perdagangan Migas Tanpa izin dan Peratutan BPMIGAS nomor 55 dan Nomor 56 tahun 2020 yg di buat khusus oleh Komisaris Utama BPMIGAS Ahok.

Lanjut, Aldin, Penyaluran Bahan Bakar jenis tertentu dalam aturan yang dimaksud BPMIGAS, adalah tugas kewenangan Pertamina untuk menyalurkan melalui kuota atau kata lain masing provinsi yang telah ditentukan atau ditetapkan Oleh Mentri ESDM Melalui BPMIGAS. ” Tim Investigasi gabungan akan melakukan konfirmasi ke pihak Polda Sulbar karena kegiatan pengoplosan ini sudah berlangsung lama, dan di harapkan tidak ada keterlibatan dari pihak oknum aparat lainnya,”tegasnya.

” Ini baru satu pengepul yang kami temukan, tentu ada pemain-pemain satu dua orang bahkan lebih dan bukan pemain tunggal, saya mau Polres Mamuju Tengah mengambil tindakan untuk mencegah adanya permainan Migas ini. Terlebih bisa jadi BBM bersubsidi tersebut termanfaatkan pada salah satu proyek nasional yang kini lagi terlaksana di wilayah Mamuju Tengah,”tegas Aldin, Minggu 16 Mei, lalu.(slm/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *