Meski Ditolak Warga, AIM Tetap Lanjutkan Proyek Intake IPA PDAM

  • Whatsapp
Meski Ditolak Warga, AIM Tetap Lanjutkan Proyek Intake IPA PDAM
Proyek BWSS III Palu kembali dilanjutkan setelah terhenti krna ditolak masyarakat.namun setelah Bupati Polman memanggil pihak balai untuk membahas kembali proyek ini akan dilanjutkan. Foto PAREPOS/erwin/ade

PAREPOS.CO.ID,POLMAN– Meski terus mendapatkan penolakan dari masyarakat petani di dua wilayah kecamatan yakni Anreapi dan Polewali. Serta mendapat dukungan dari DPRD Kabupaten Polewali Mandar (Polman). Proyek pembangunan intake dan jaringan pipa transmisi air baku PDAM dari BBWS III Palu di Batupiak, Desa Kunyi, Kecamatan Anreapi yang sebelumnya sempat terhenti, kini tetap dilanjutkan. Walaupun proyek tersebut dinilai merugikan petani. Bupati Polman Andi Ibrahim Masdar bersikukuh untuk melanjutkan, hal itu setelah pemerintah memanggil pihak Balai Wilayah Sungai Sulawesi (BBWS) III Palu untuk membahas kembali kelanjutan program Desa Kunyi.

Kepala Satuan Kerja (Satker) BWSS III Palu, Arnold membenarkan jika dirinya diundang oleh Bupati Polman untuk membahas kembali terkait pekerjaan intake jaringan transmisi pipa PDAM yang ada di Desa kunyi yang sempat terhenti. “Kami diundang oleh Bupati Polman untuk menjelaskan proyek intake yang ada di Desa Kunyi, termasuk soal desainnya. Pertemuan itu dibahas dalam sebuah forum yang menghadirkan sejumlah pihak,”katanya, Jumat 7 Mei, usai pertemuan.

Bacaan Lainnya

Perihal proyek tersebut, kata Arnold, desainya nanti akan ada pintu. Mungkin masyarakat petani disangkanya tidak ada pintu, padahal itu akan ada 3 pintu pembuka air yang mengarahkan air ke PDAM dan sisanya mengairi sawah. “Kelanjutannya semua tergantung bupati, kapan proyek ini akan di dilanjutkan,”timpalnya usai diterima di ruang Asisten II Kantor Bupati Polman.

Terpisah, Bupati Polman Andi Ibrahim Masdar (AIM) menjelaskan, proyek ini rencananya akan dilanjutkan dan pihaknya sudah menggelar pertemuan bersama dengan pemilik sawah dan pihak balai serta pihak terkait untuk membahas kelanjutannya. “Kasian kita kalau sampai proyek ini terhenti, sebab ada beberapa proyek balai juga yang nilainya puluhan miliar masuk ke Polman. Jadi sebenarnya debit air kita di sungai itu ada 3 ribu hingga 4 ribuan perkubiknya. Maka masih surplus 2 ribu perkubik, dan dari pada airnya terbuang percuma, maka dibuatkanlah proyek ini,”jelasnya.

Sedangkan PDAM, kata AIM, hanya menerima buangan dan bukan dibuatkan bendung ini untuk menyiapkan air. Dinas Pertanian juga sudah menjelaskan, kebutuhan air bagi petani sudah jelas dan kalau dihitung-hitung itu masih surplus. Kebutuhan air di petani juga tidak seberapa dibanding air yang ada, dan yang dihitung kubiknya itu hanya satu sungai dan itu masih surplus. “Masih ada 4 sungai yang belum dihitung dibawahnya, jadi kalau terbangun nanti dimusim kemarau pintu akan ditutup untuk PDAM dan di buka untuk petani. Sebab PDAM sudah punya sumber air cadangan,”kata Bupati Polman dua periode tersebut.(win/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *