Gudang Bulog Penuh, Harga Gabah Anjlok di Pinrang

  • Whatsapp
Gudang Bulog Penuh, Harga Gabah Anjlok di Pinrang

PAREPOS.CO.ID,PINRANG– Anjloknya harga gabah di Pinrang disebabkan pengusaha penggilingan padi kesulitan menjual beras. Beras mereka yang sudah digiling menumpuk karena Bulog tidak lagi mampu menyerap.

Itu terungkap dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang digelar di ruang kerja ketua DPRD dengan menghadirkan Kepala Sub Divre Parepare Perum Bulog, Bupati Pinrang Irwan Hamid, Jum’at 7 Mei.

Bacaan Lainnya

Keluhan itu disampaikan langsung Anggota DPRD Pinrang Andi Pallawagau Kerrang di forum tersebut. Saat ini penyerapan gabah oleh Bulog tersendat. Tak ada lagi space sebab gudang kini telah penuh. Alhasil, berdampak pada harga gabah yang terjun bebas.

A Pallawagau Kerrang, yang juga Ketua Perpadi Sulsel berharap beras Pinrang untuk segera diserap untuk menghindari anjloknya harga gabah. Pasalnya masa panen di Pinrang masih tersisa 20 persen lagi.

Untuk itu, kata dia, Bulog harus memanfaatkan gudang-gudang yang ada. Pimpinan Cabang Perum Bulog Subdivre Parepare, Asrul Talamma membenarkan daya serap bulog mulai turun setelah gudang mulai penuh. Stok ketahanan pangan nasional 1 juta ton sudah terpenuhi bahkan melebihi dari target. “Itu sebabnya daya serap bulog akhir-akhir ini sangat rendah karena terkendala pada penyalurannya. Peyaluran bulog hanya ada pada stabilitas harga” tuturnya.

Menurut dia untuk menyerap beras dari Pinrang saat ini perlu dilakukan penambahan gudang. “Saya kira hasil rapat pada hari ini, yang dihadiri langsung Bupati Pinrang dan Ketua DPRD bisa menjadi rekomendasi bagi kami untuk kami teruskan ke atasan,”janjinya.

Informasi dihimpun harga gabah di Pinrang mulai mengalami penurunan dari Rp. 4.500/Kg turun Rp. 4.200/Kg. Sedangkan Pinrang masih menyisihkan 20 persen yang dalam proses panen. Rapat yang dipimpin Ketua DPRD Pinrang, H Muhtadin menyampaikan hasil kesimpulan rapat ini akan diberikan Perum Bulog Subdivre Parepare untuk diteruskan ke pimpinan yang lebih tinggi. Salah satu poin dari RDP itu adalah Pemkab Pinrang bersama Perpadi siap memfasilitasi perbaikan gudang yang tidak termanfaatkan. (mnr/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *