Gelapkan Dana PBB, Eks Pejabat Dispenda Sidrap Dituntut 1 Tahun 6 Bulan Penjara

  • Whatsapp
Gelapkan Dana PBB, Eks Pejabat Dispenda Sidrap Dituntut 1 Tahun 6 Bulan Penjara
Kasi Pidsus Sidrap, Hardiman Putra

PAREPOS.CO.ID, SIDRAP — Mantan pejabat di Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Arifuddin selaku terdakwa kasus penggelapan setoran dana Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) dituntut 1 tahun 6 bulan penjara. Selain itu, penuntut umum Kejaksaan Negeri Sidrap juga menuntut pidana denda sebesar Rp 50 juta subsider 6 enam bulan masa tahanan. “Kami sudah bacakan tuntutan kemarin (Selasa 18 Mei),” kata Jaksa Penuntut Umum (JPU), Hardiman Putra, Rabu 19 Mei 2021.

Kasi Pidsus Kejari Sidrap ini mengatakan, terdakwa dikenakan pasal 3 UU 31 tahun 1999 tentang tindak pidana korupsi. “Pada sidang selanjutnya pembacaan pledoi oleh terdakwa akan digelar pada Selasa 25 Mei mendatang,” katanya. Hardiman menjelaskan, pihaknya memutuskan memberikan tuntutan yang ringan. Sebab terdakwa sudah mengembalikan kerugian negara sebesar Rp 297 juta. Terlebih, kata dia, terdakwa masih memiliki tanggungan keluarga. “Berdasarkan fakta persidangan, kita merasa harus memberikan tuntutan yang ringan kepada terdakwa,” tandasnya.

Arifuddin kala itu menjabat Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Kecamatan Panca Rijang. Dia menggelapkan uang setoran PBB tahun 2014-2016 sebesar Rp 297 juta. Parahnya, uang hasil korupsi itu digunakan untuk membiayai pengobatan keluarganya. Dari pengakuannya, ia meminta dana PBB sebesar Rp 297 juta kepada Bendahara UPT Kecamatan Panca Rijang untuk disetor ke Dispenda Kabupaten.

Alih-alih menyetor uang itu, ia malah menggunakannya untuk kepentingan pribadi. Saat ini, terdakwa sudah dua bulan dititip di Rumah Tahanan (Rutan) Sidrap. Sembilan pegawai UPT Dispenda Kecamatan Panca Rijang sudah menjalani pemeriksaan. Selain itu, mantan pejabat Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD), Nasruddin Waris juga menjadi saksi dalam kasus itu. (ami/B)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *