Balita Gizi Buruk Dikunjungi Anggota Dewan di RSUD Polman

  • Whatsapp
Ketua DPRD Polman bersama rombongan Komisi IV saat berkunjung kerumah sakit melihat kondisi pasien gizi buruk yang dirawat di rumah sakit

PAREPOS.CO.ID,POLMAN — Ketua dan anggota Komisi IV DPRD Polewali Mandar (Polman), Jufri Mahmud bersama rombongan melakukan inspeksi mendadak (sidak) di RSUD, Selasa 4 Mei 2021. Dalam sidak tersebut para wakil rakyat itu pun memantau kondisi salah satu pasien gizi buruk yang masih menjalani perawatan. Ketua DPRD Polman Jupri Mahmud mengatakan kunjungan ini sebagai rasa empati kepada masyarakat penderita penyakit gizi buruk yang saat ini tengah menjalanj perawatan. “Sebenarnya kunjungan ini bukan menjadi tujuan utama ke rumah sakit, hanya karena viral di medsos dan grup-grup percakapan sehingga kita berkunjung sekalian melihat kondisi dan keadaan pasien. Dan faktanya, ternyata pasien tersebut sangat memprihatinkan dengan kondisi tubuh yang kecil apalagi usia anak ini sudah 1,3 tahun dengan berat badan balita ini hanya 3,4 kg,”katanya usai mengunjungi balita tersebut.

Lebih jauh, kata Jufri Mahmud, pasien gizi buruk yang menimpa warga Dusun Majopai, Desa Karama, Kecamatan Tinambung bukan untuk kali pertama. Melainkan sudah ada pasien serupa yang pernah menderita penyakit gizi buruk dan juga dirawat di rumah sakit. ” Melihat kondisi ini perhatian pemerintah daerah, memang wajar jika dipertanyakan dengan berbagai program yang diklaim pro rakyat selama ini. Bukan hanya itu, pemerintah ditingkat bawah, mulai desa, dusun, RT/RW seharusnya memantau kondisi warganya,”tegasnya.

Bacaan Lainnya

Sementara itu, Plt Direktur RSUD Polman dr Anita mengaku kalau penderita gizi buruk mengalami kekurangan nutrisi pada ibu pasien sehingga berdampak kesehatan anaknya yang menyebabkan gizi buruk. ” Kalau sekarangkan kita belum gali lebih lanjut, tapi kalau menurut keluarganya ibunya ada riwayat. Tapi itu butuh amnemesis riwayat sebelumnya, dan bisa saja ibunya mempresepsikan begitu ada riwayat kelahiran, namun kalau kita lihat bayi lahir 2,1 dengan cukup bulan itukan masih TBLR,jadi memang berat badan diawal lahir berkurang dan kalau dilihat itukan nutrisi ibu yang kurang saat hamil sehingga berdampak ke anak tidak bagus lahiranya,”jelas dr Anita.

Seperti diketahui, balita atas nama Nurafisa (1) asal Dusun Majapahit, Desa Karama, Kecamatan Tinambung, menjalani perawatan di RSUD Polman akibat menderita busung lapar. Selain itu balita ini juga terserang penyakit radang paruparu akibat busung lapar. Berat Badan (BB) balita tersebut hanya 3,1 kilogram. Dirawat di RSUD Sejak Minggu 2 Mei 2021 dan kini masih menjalani perawatan intensif. Nurasifa meruapakan anak dari pasangan suami Udin (43) dan Nurmadiah (29). (win/B)

Pos terkait


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *