Angka Pengangguran Meningkat 0,66 Persen di Parepare, Ini Penyebabnya

  • Whatsapp
Angka Pengangguran Meningkat 0,66 Persen di Parepare, Ini Penyebabnya
Kabid Penempatan dan Pelatihan Ketenagakerjaan Disnaker Kota Parepare, La Ode Arwah Rahman

PAREPOS.CO.ID, PAREPARE- Sejak masa Pandemi Covid-19 melanda pada Tahun 2020. Angka pengangguran meningkat yang didasari oleh Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) terhadap pekerja, serta minimnya lowongan pekerjaan bagi angkatan kerja. Hal itu pun terjadi di Kota Parepare. Kepala Bidang (Kabid) Penempatan dan Pelatihan Ketenagakerjaan Disnaker Kota Parepare, La Ode Arwah Rahman mengatakan, berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), angka pengangguran di Kota Parepare tahun 2020 sebesar 7,47 persen yang mengalami peningkatan 0,66 persen dibanding tahun 2019 yang hanya 6,81 persen.

“Angka ini bukan semata disebabkan di PHKnya para pekerja, namun juga karena adanya antrian angkatan kerja baru yang membutuhkan lapangan kerja yang jumlahnya sangat besar, yaitu tahun 2020 mencapai 72.372 orang. Angka ini cukup tinggi dibanding angkatan Kota Parepare tahun 2019 yang hanya 66.435 (data BPS). Sementara di saat bersamaan karena pandemi, lapangan pekerjaaan menjadi sempit,” ungkap La Ode.

Bacaan Lainnya

Lebih lanjut, sebagai bagian dari Pemerintahan, Disnaker Kota Parepare wajib memperhatikan nasib dari pekerja tersebut untuk membantu mereka mendapat kembali pekerjaannya. Karena itu, langkah yang dilakukan Disnaker, tidak hanya menyelenggarakan kegiatan pengembangan kegiatan usaha bagi mereka yang terdampak Covid (di rumahkan dan di PHK). “Kami juga akan melakukan pembinaan kepada para calon tenaga kerja baru (calon angkatan kerja) yang ada di SMK yang tiap tahun terus bertambah. Kenapa SMK, karena sesuai kurikulum 75 persen lebih alumni SMK diorientasikan untuk bekerja setamat SMK,” kata mantan wartawan Harian PAREPOS tersebut.

Dalam pembinaan tersebut, kata La Ode, mereka (calon angkatan kerja) akan diberikan bekal pengetahuan awal mengenai dunia kerja, persyaratan, keterampilan apa saja yang dibutukan oleh pemeberi kerja. Termasuk juga mengajarkan mereka terkait etika kerja dan bimbingan jabatan, sehingga mereka bisa memahami lebih dini seperti apa dunia kerja di luar sana, sehingga bisa lebih siap saat memasuki pasar kerja. “Tahun lalu terlaksana sebanyak 7 angkatan, setiap angkatan terdiri dari 20 orang, total 210 orang. Dalam bentuk pemberian skill baru yang dinilai memiliki pasaran di era saat ini,
salah satunya memberi pelatihan kepada mereka bagaimana membuat partisi. Harapannya, agar mereka tidak hanya bisa mandiri tetapi juga bisa merekrut tenaga kerja,” katanya. “Sementara untuk tahun ini, kami tengah kembali mengkomunikasikannya ke pusat, semoga bisa kembali dikucurkan anggaran. Kareba anggarannya bersumber dari Kementerian Tenaga Kerja,” pungkasnya. (nan/B)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *