AGH Sanusi Baco Wafat, Tokoh NU Asal Sidrap Ini Kehilangan Sosok Guru

  • Whatsapp
AGH Sanusi Baco Wafat, Tokoh NU Asal Sidrap Ini Kehilangan Sosok Guru
Korwil IV Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Sulsel, H Bunyamin Yapid

PAREPOS.CO.ID, SIDRAP — Salah satu Ulama karismatik di Sulawesi Selatan (Sulsel), Anregurutta Haji (AGH) Sanusi Baco wafat malam ini, Sabtu 15 Mei.
Rais Syuriah PWNU Sulsel ini wafat di usia 84 tahun. Pak Kiai, begitu biasa ia disapa, lahir pada 4 April 1937 di Maros. Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulsel itu mengembuskan napas terakhir di Rumah Sakit (RS) Primaya Hospital di Jalan Urip Sumoharjo, Makassar yang dahulu bernama RS Awal Bros.

Kabar itu dibenarkan Korwil IV Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Sulsel, H Bunyamin Yapid. “Betul gurutta wafat sekitar pukul 20.00 wita malam tadi,” kata Bunyamin dengan nada sedih.

Bacaan Lainnya

Namun demikian, ia belum mengetahui pasti penyakit yang diderita gurutta sebelum wafat. “Yang jelas bukan Covid-19,” kata dia. Dia menuturkan, jenazah gurutta akan dimakamkan di kampung halamannya di Desa Talawe, Kecamatan Bontoa, Kabupaten Maros. “Rencananya Minggu, 16 Mei jenazah disalatkan di Masjid Raya Makassar lalu dimakamkan di kampungnya di Maros,” tuturnya.

Sebagai santri gurutta, tokoh Nahdlatul Ulama (NU) asal Kabupaten Sidrap ini mengaku kehilangan sosok guru. Dia bahkan mengibaratkan gurutta sebagai pelita di tengah kegelapan. “Memandang wajah gurutta kita merasa tenang. Umat merasa kehilangan Ulama karismatik. Kita kehilangan pelita. Saya selaku santri berdukacita dan kehilangan sekali. Insyaallah gurutta husnul khatimah,” tutupnya. (ami/B)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *