Abaikan Protokol Kesehatan, PT Global Jet Express Terancam Ditutup

  • Whatsapp
Abaikan Protokol Kesehatan, PT Global Jet Express Terancam Ditutup
Kepala Seksi Penyidik pada Satuan Polisi (Satpol) Pamong Praja (PP) Kota Parepare, Ariyadi

PAREPOS.CO.ID, PAREPARE– PT Global Jet Express atau dikenal dengan J&T yang merupakan salah satu perusahaan ekspedisi di bidang logistik yang ada di Jalan HA Arsyad, Kecamatan Soreang, Kota Parepare terancam ditutup. Pasalnya perusahaan yang kesehariannya menerima jasa pengiriman barang antar daerah bahkan luar pulau tersebut dalam pelayanan di kantornya, mengabaiakan protokol kesehatan, sesuai dengan anjuran Pemerintah. Hal ini ditegaskan Kepala Seksi Penyidik pada Satuan Polisi (Satpol) Pamong Praja (PP) Kota Parepare, Ariyadi,beberapa waktu lalu.

Ia mengatakan, dalam hal menindaklanjuti laporan masyarakat, adanya indikasi terjadinya kerumunan di kantor perusahaan logistik tersebut yang terletak di Kecamatan Soreang, pihaknya langsung menuju ke lokasi untuk memastikan benarnya laporan itu. “Kami Satpol PP selaku penegak Peraturan Daerah (Perda) dan Peraturan Wali Kota (Perwali), wajib menindaklanjuti laporan tersebut. Dan langsung ke lokasi guna mengecek kebenarannya. Dan ternyata setelah kami mengecek langsung, memang betul bahwa tidak adanya upaya penegakan protokol kesehatan dalam pelayanan. Baik dalam hal pengaturan jarak, bahkan beberapa pengunjung tidak memakai masker,” ujarnya.

Bacaan Lainnya

Mengenai itu, pihaknya pun meminta klarifikasi kepada pihak manajemen perusahaan logistik tersebut, dan memberikan terguran tertulis sebagai langkah awal untuk lebih disiplin dalam menegakkan protokol kesehatan. “Jika memang diabaikan, selanjutnya kami akan lakukan tindakan tegas. Kami akan lakukan penutupan apabila memang teguran tersebut diabaikan. Dan ini tidak boleh dianggap main-main,” tegas Ariyadi.

Ia pun mengimbau kepada seluruh pelaku usaha maupun perusahaan, khususnya yang berkaitan dengan pelayanan, agar tetap mematuhi protokol kesehatan selama masa pandemi. “Kami berharap, baik pelaku usaha, maupun perusahaan-perusahaan yang berkaitan dengan pelayanan, untuk tetap senantiasa mematuhi protokol kesehatan demi kepentingan bersama. Kita tidak boleh lengah hanya karena Kota Parepare berada pada zona hijau, semua kemungkinannya masih bisa terjadi,” pungkasnya. (nan/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *