Ratusan ‘Pasompe’ tiba di Pelabuhan Nusantara, Tiga Reaktif, Pemkot Lakukan Test Swab Gratis

  • Whatsapp
Ratusan 'Pasompe' tiba di Pelabuhan Nusantara, Tiga Reaktif, Pemkot Lakukan Test Swab Gratis

PAREPOS.CO.ID, PAREPARE – Setelah sehari sunyi, pasca larangan mudik berlaku. Pelabuhan Nusantara Kota Parepare, Jumat 7 Mei 2021, kembali terlihat ramai didatangi perantau atau pasompe dari luar Sulawesi. Hal ini disebabkan adanya Kapal Motor (KM) Thalia Express yang berlabuh. Kapal tersebut diberangkatkan dari Pelabuhan Tunon Taka Nunukan pada 5 Mei sore hari, dan memuat 134 penumpang Warga Negara Indonesia (WNI).

Penumpang ini terdiri dari 69 Pekerja Migran Indonesia (PMI) , dan 65 Penumpang Umum. Plt Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Parepare, Abdul Latif mengatakan, untuk rencana pemulangan PMI dari data minggu lalu sebanyak 250 jiwa. Namun, kata dia, kemungkinan bertahap. Karena yang dipulangkan hanya 69 orang. “Hasil deteksi dari Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) menyatakan bahwa 69 PMI yang tiba merupakan mereka yang habis kontrak di tempat kerjanya, dan bukan deportasi dari Malaysia,”jelasnya.

Bacaan Lainnya

Ke 69 PMI didominasi warga Sulawesi Selatan, dan dua merupakan orang Parepare dan sudah dijemput oleh pihak keluarganya. Yang satu orang Lapadde, satunya Cempae, Soreang. Dan selebihnya dari Sulawesi Tenggara, Surabaya, dan Nusa Tenggara Timur. “Meski dominan PMI yang tiba bukan merupakan warga Kota Parepare, namun Pemerintah Kota tidak tinggal diam dalam hal ini sebagai daerah debarkasih atau pelabuhan tempat pemulangan,”jelasnya.

Dalam rangka upaya memutus mata rantai Covid-19, dan sebagai bentuk perhatian. Pemkot Parepare melakukan swab antigen secara gratis kepada 134 pasompe yang tiba di Pelabuhan Nusantara Parepare.

Dari 134 WNI yang di swab, tiga di antara mereka hasilnya reaktif. Yaitu, dari Kabupaten Enrekang, Toraja, dan berasal dari Surabaya. “Untuk yang dari Enrekang dan Surabaya sudah difasilitasi BP2MI untuk dipulangkan. Sementara yang dari Surabaya akan di bawa ke UPT BP2MI Makassar karena aktivitas penerbangan belum ada,” tutup Latif. (dar/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *