UNIAT Gelar Kuliah Umum, Hadirkan Wakil Menteri Agama

  • Whatsapp
UNIAT Gelar Kuliah Umum, Hadirkan Wakil Menteri Agama

PAREPOS.CO.ID, JAKARTA — Universitas Islam Attahiriyah (UNIAT) Jakarta menggelar Webinar Stadium General, di Aula Assuryaniah, Kampus UNIAT Jl Kampung Melayu Kecil Jakarta Timur, Senin 12 April 2021.

Kegiatan ini menghadirkan Wakil Menteri Agama Drs. H. Zainut Tauhid Sa’adi, M. Si. Turut hadir Ketua Yayasan Addiniyah Attahiriyah HM Nabil, SH. dan Rektor UNIAT Prof. Dr. Suherman Saji, M. Pd.

Acara yang juga digelar secara daring ini diikuti mahasiswa S1, S2, dan kalangan umum. Via Zoom, tercatat 400 lebih peserta yang menyimak.

Wamenag memaparkan tema ‘Moderasi Beragama Bagi Civitas Akademik Perguruan Tinggi Islam’.

Mengawali pemaparannya, Wamenag menyampaikan ia punya ikatan emosional yang cukup kuat dengan UNIAT. Sehingga sulit menolak saat diminta mengisi kuliah umum.

“Saat saya mulai kuliah, ada 2 Perguruan Tinggi Islam yang populer di Jakarta yakni Attahiriyah dan Assyafiiyah. Begitu pula dalam pergerakan mahasiswa, Attahiriyah salah satu basis besar, ” urainya.

Politisi PPP ini lantas menyinggung dua peristiwa terkini terkait tema yang ia bawakan. Pertama, bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar, dan insiden di Mabes Polri.

Dua insiden itu, kata Wamenag, harus diakui berkaitan dengan faktor agama. Namun ia menegaskan akar tunggal terorisme tidak semata agama.

“Yang tepat, dua peristiwa itu berasal dari pemahaman agama yang dangkal,” ujarnya.

Mantan Wakil Ketua Umum MUI ini mengingatkan, Indonesia adalah negara yang majemuk dan plural. Bahkan Agama Islam-pun terdiri dari pelbagai ragam kelompok pemikiran dan organisasi.

“Maka sangat penting untuk menerima perbedaan sebaik-baiknya. Sepanjang itu sifatnya furu, cabang agama, maka kita harus membangun toleransi, tasamuh, dan saling menghormati,” tegasnya.

Ia mengajak masyarakat khususnya civitas akademi PTI agar berhenti mempersoalkan hal-hal khilafiyah ini. “Tugas kita sebagai umat beragama tidak sesempit itu. Ada banyak problem kebangsaan dan keumatan yang patut jadi perhatian. Pendidikan, sosial, ekonomi. Jangan sampai kita besar dalam jumlah namun kecil dalam peran,” bebernya.

Terakhir ia berpesan, agar mahasiswa UNIAT mengangkat marwah kampus ini sebagai peguruan tinggi Islam yang moderat, maju dan berdaya saing tinggi. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *