Sukseskan Pendataan Keluarga, Pangerang Rahim: Program Ini Keren

  • Whatsapp
Sukseskan Pendataan Keluarga, Pangerang Rahim: Program Ini Keren

PAREPOS.CO.ID, PAREPARE– Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Parepare, mulai melakukan Pendataan Keluarga (PK) 2021, pada 1 April yang dilaksanakan secara serentak di Indonesia.

Pendataan keluarga 1 April, berawal dari Rumah Jabatan Wakil Walikota Parepare  H pangerang Rahim. Dilanjutkan ke Rumah Jabatan Walikota Parepare, disambut Ketua TP PKK Parepare  Hj Erna Rasyid Taufan, dilanjutkan ke Rujab Ketua DPRD, Andi Nurhatina Tipu.

Bacaan Lainnya

Pada pendataan didampingi Kepala DPPKB, Halwatiah beserta lurah di tiap kecamatan. Halwatiah mengatakan, tujuan program ini untuk mendukung program nasional untuk melihat potensi angka stunting pada tahun 2022. “Hal ini untuk mendata keluarga, namun yang didalamnya ada yang spesifik hamil pertama dan keluarga memiliki keluarga balita, usia 0-5 tahun,”katanya.

Wakil Walikota Parepare mengajak kepada instansi terkait, kecematan, kelurahan, dan masyarakat untuk mensukseskan pendataan keluarga tahun 2021, dengan memberikan data yang jelas kepada kader pendata. “Bersama kita suksekan pendataan keluarga, karena pendataan keluarga berencana itu keren. Berikan keterangan secara jelas pada petugas pendata, dan tetap pelaksanaan pendata 3M dan menjaga jarak,” katanya.

Terpisah, Ketua TP PKK Parepare, Hj. Erna Rasyid Taufan, mengatakan, pendataan keluarga akan melahirkan data berbasis keluarga by name by addres, juga menyediakan data informasi keluarga yang berisiko stunting. “Mari sambut petugas pendata yang akan berkunjung ke rumah penduduk dengan memberikan data yang benar dan akurat,” kata Erna yang juga Ketua TP PKK Kota Parepare.

Senada, Ketua DPRD Kota Parepare, Andi Nurhatina Tipu, mengatakan jangan memberikan data yang salah bagi kader pendata, untuk memberikan data rill. Dijelaskan, di data keluarganya memiliki dua balita, namun berbeda kartu keluarga.

“Semua anak saya sudah berkeluarga, dan masing-masing mempunya i KK, namun semuanya masih ikut sama saya. Disini terdapat dua balita satu berumur tiga tahun, satunya lagi berumur hampir empat bulan. Semuanya sering ke puskesmas untuk melakukan penimbangan,” terangnya. (ana/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *