Ratusan Petani Tolak Proyek IPA BWS III Palu di Sungai Kunyi, Ini Alasannya

  • Whatsapp
Ratusan Petani Tolak Proyek IPA BWS III Palu di Sungai Kunyi, Ini Alasannya

PAREPOS.CO.ID,POLMAN — Ratusan petani di dua wilayah kecamatan yakni Kecamatan Polewali dan Anreapi menolak proyek Instalasi Pengolahan Air (IPA) milik Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) yang dikerjakan oleh Balai Wilayah Sungai (BWS) III Palu. Penolakan itu dilakukan lantaran akan berdampak buruk pada ribuan hektare sawah yang ada di dua kecamatan tersebut. Sebab dinilai akan mengurangi debit air masuk ke lahan persawahan milik petani.

Menindak lanjuti penolakan, ratusan petani mendatangi Kantor DPRD Polman, Kamis 1 April 2021, kemarin. Petani meminta para anggota DPRD itu agar dapat menghentikan Proyek IPA PDAM yang sementara dalam perintisan tersebut.

Bacaan Lainnya

Ketua Induk Perkumpulan Petani Pengguna Air (IP3A) Kecamatan Anreapi, M Arysad menyampaikan, ratusan hektar sawah petani akan terancam kekeringan bila proyek IPA yang membendung Sungai Kunyi tidak segera dihentikan. “Sekarang saja area persawahan kita kekurangan air, karena sungai itulah satu-satunya yang diandalkan mengairi sawah di Polewali dan Anreapi,”ujar M Arsyad dalam Forum Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang digelar bersama Anggota Dewan Komisi II diruang Aspirasi.

Senada dengan itu, salah satu perwakilan Petani Herman menambahkan, proyek untuk kebutuhan air minum memang diperlukan seiring pertumbuhan jumlah rumah di Kabupaten Polman. Namun hal itu tidaklah terlalu penting, karena masih ada alternatif lain dengan cara mengebor.

Sementara itu, Kepala Bidang Pertanian, M Yunus mengatakan, Ada sekira 1.013 hektar hamparan sawah di kecamatan Polewali dan Anreapi luasnya mencapai 411 hektare. Sebagian besar masuk dalam kawasan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) yang ditetapkan untuk dlilindungi dan dikembangkan secara konsisten.

Menurutnya LP2B adalah sawah yang dilarang untuk dialih fungsikan karena itu adalah penyokong pangan pokok dan kemandirian serta kedaulatan pangan. “LP2B yang sudah ditetapkan dilarang dialih fungsikan, guna menghasilkan pangan pokok, bagi kemandirian dan kedaulatan ketahanan pangan,” Jelas M. Yunus.

Polemik proyek IPA milik PDAM yang dikerjakan Balai Wilayah Sungai (BWS) III di Desa Kunyi menuai protes keras dari petani mengeluhkan pembangunan yang akan membendung hulu Sungai Kunyi, sehingga dikuatirkan debit air berkurang ke area persawahan di Kecamatan Polewali dan Anreapi.

Sekertaris PDAM Polman, Muksin mengatakan pihaknya tidak berhak menghentikan kegiatan proyek yang dilaksanakan BWS III, karena PDAM hanya operator penerima saja tidak ada sangkut pautnya dengan proyek bendungan tersebut. “PDAM tidak tahu menahu soal proyek irigasi, mau dari Balai, Satker atau pihak manapun, kita tidak bisa intervensi ” jelasnya.

Kontroversi proyek bendungan BWS III di Sungai Kunyi tersebut, akhirnya disepakati bersama untuk dihentikan sementara. Perwakilan DPRD Polman akan memanggil pihak BWS III Palu dan meminta proyek dihentikan tanpa batas waktu yang ditentukan. “Kita buat berita acara penolakan proyek itu, lalu ditanda tangani pak Desa, Camat, petani dan pimpinan DPRD,” ujar Wakil Ketua DPRD Polman, Amiruddin yang menerima pengaduan petani tersebut.(win/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *