Persiapan Polri dan Pemda Antisipasi Peniadaan Mudik Lebaran

  • Whatsapp
Persiapan Polri dan Pemda Antisipasi Peniadaan Mudik Lebaran

PAREPOS.CO.ID,PAREPARE– Peniadaan mudik lebaran diberlakukan sejak 6-17 Mei 2021. Aturan ini tertuang dalam Surat Edaran Satuan Gugus Tugas COVID-19 No.13 Tahun 2021 tentang Peniadaan Mudik Hari Raya Idul Fitri 1442 H dan Upaya Pengendalian COVID-19 Selama Bulan Suci Ramadan 1442 H.

Tujuan pemerintah mengumumkan peniadaan mudik lebih awal adalah untuk
menghindari lonjakan kasus COVID-19 akibat mobilitas masyarakat yang terjadi saat mudik. Bupati Sragen, dr Hj Untung Yuni Sukowati menyatakan untuk wilayahnya, ada beberapa titik tempat yang akan dilakukan barikade mulai dari masuknya Sragen dari arah barat, timur dan utara. “Teman-teman di Polres sudah melakukan simulasi dan kami memberikan dukungan penuh untuk itu,” terangnya dalam Dialog Produktif bertema Tidak Mudik Lebih Baik, yang diselenggarakan KPCPEN dan disiarkan FMB9ID_IKP, Kamis 15 April, siang tadi.

Bacaan Lainnya

Pemeriksaan di beberapa titik juga diperketat, sehingga apabila ada yang masyarakat yang hendak mudik akan melewati pemeriksaan. “Kita sudah memetakan lokasi-lokasi mulai dari Lampung sampai Bali untuk mencegah masyarakat yang mudik. Ada 333 titik penyekatan yang kita siapkan, baik jalur tol maupun arteri,” terang Kabag
Ops Korlantas Mabes Polri, Kombes. Pol Rudi Antariksawan.

Sejak 12 April hingga 5 Mei mendatang, kepolisian menggelar Operasi Keselamatan untuk
mengantisipasi lonjakan pemudik yang hendak melakukan perjalanan kembali ke kampung
halaman. “Lalu, kita akan melakukan penyekatan sesuai dengan perintah pemerintah tanggal 6-17 Mei 2021,” terang Rudi Antariksawan.

Tahun lalu, sekitar 10 ribu perantau Sragen kembali ke kampung halaman meski telah dilanda pandemi. “Dalam kurun waktu 2 hari saja bisa 1.400 orang datang pada April tahun lalu. Dulu
satgas bekerja luar biasa sekali untuk mengamati para pelaku perjalanan. Kini, kami memberikan pemahaman bahwa memang kali ini dilarang untuk mudik,” jelas Yuni Sukowati.

Tahun ini, khusus untuk mengantisipasi arus mudik di Sragen, Yuni mengimbau kepada lurah-lurahnya untuk membuat konten agar bisa menyapa para warganya yang ada di perantauan
untuk tidak mudik. “Dengan cara membuat video himbauan dan mereka yang ada diperantauan
akan bersilaturahmi secara virtual,” tutup Yuni.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *