Pantau Pasar Jelang Ramadan, Dollah Mando: Harga Bahan Pokok Stabil

  • Whatsapp
Pantau Pasar Jelang Ramadan, Dollah Mando: Harga Bahan Pokok Stabil

PAREPOS.CO.ID, SIDRAP — Sehari sebelum masuknya Ramadan 1442 Hijriah, Bupati Sidrap, H Dollah Mando bersama unsur forkopimda dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) turun memantau harga kebutuhan pokok, Senin 12 April.

Pemantauan untuk memonitor harga serta ketersediaan kebutuhan pokok dan bahan penting lainnya di Kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan (Sulsel) jelang ramadan.

Bacaan Lainnya

Dollah Mando ketika melakukan pemantauan, tampak berdialog dengan para pedagang pasar.

“Kami menanyakan apakah ada perbedaan harga yang signifikan terjadi, begitu pun ketersediaan barang,” ujarnya saat memantau Pasar Pangkajene, Kecamatan Maritengngae.

Dollah mengatakan, dari pemantauan itu dapat dilakukan antisipasi jika terjadi kenaikan harga atau kelangkaan stok tertentu.

Dia juga mengingatkan para pengunjung pasar untuk tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan.

Selain di pasar Pangkajene, dia juga memantau pasar Tanru Tedong Kecamatan Dua Pitue.

Sementara itu, Kabid Pengembangan Perdagangan Disdagrin Sidrap, H Arnol Baramuli menyebutkan, secara umum tingkat ketersediaan bahan pokok dan harga kebutuhan pokok masih relatif stabil.

Dijelaskannya, hasil pemantauan di dua pasar menunjukkan adanya beberapa kebutuhan pokok yang mengalami kenaikan harga, ada pula masih tetap seperti hari pasar sebelumnya.

“Yang masih tinggi itu cabe rawit harganya berkisar Rp50 ribu sampai Rp70 ribu per kilo. Harga bawang merah dan bawang putih masih tetap di harga Rp25 ribu sampai Rp30 ribu per kilo di tingkat pengecer,” bebernya.

“Adapun kenaikan harga kebutuhan pokok lain hari ini dipengaruhi oleh karena lonjakan pembeli dalam rangka memasuki bulan puasa besok,” lanjutnya.

Arnol juga menuturkan, Dinas Perdagangan dan Perindustrian Sidrap akan memantau terus perkembangan harga selama bulan Ramadan.

“Jika nantinya ada salah satu bahan pokok yg mengalami kelangkaan maka diambil langkah cepat untuk mengatasinya bersama dengan leading sektor atau SKPD terkait,” pungkasnya. (ami/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *