Mudik Diperketat, Wakapolda Sulbar Pantau Perbatasan Pinrang-Polman

  • Whatsapp
Mudik Diperketat, Wakapolda Sulbar Pantau Perbatasan Pinrang-Polman
Wakapolda Sulbar,Brigjen Pol.Umar Faruq saat mengecek kesiapan posko petugas dalam rangka penyekatan mudik lebaran 1442 hijriah di desa Paku kecamatan Binuang Polman Selasa 27 April 2021. Foto:PAREPOS/erwin/ade

PAREPOS.CO.ID,POLMAN — Warga masyarakat yang hendak mudik lebih ke wilayah Sulawesi Barat, harus berpikir ulang. Pasalnya, Polri, TNI, dan Dinas Perhubungan (Dishub) mulai menutup rapat seluruh akses ke daerah pecahan Sulawesi Selatan tersebut. Hal itu terungkap dalam kunjungan Wakapolda Sulbar, Brigjen Pol Drs R Umar Faruq SH bersama, Dir Lantas Polda Sulbar Kombes Deden Supriyatna, dan Dir Intel Polda Sulbar Kombes Iwan Surya Ananta didampingi Kapolres Polman AKBP Ardi Sutriono.

Wakapolda melakukan pengecekan Pos Pengamanan Penyekatan Larangan Mudik di Dusun Dongi, Desa Paku, Kecamatan Binuang Kabupaten Polman. Wilayah tersebut merupakan jalur perbatasan dan pintu masuk yang menghubungkan Provinsi Sulawesi Barat dan Sulawesi Selatan. Pengamanan dan pembatasan kendaraan bagi pengendara yang melintas di wilayah perbatasa, melibatkan tim gabungan personel Polres Polman yang terdiri atas personel Polsek Binuang, TNI dan Dishub.

Bacaan Lainnya

Brigjen Pol R Umar Faruq menyampaikan, visi misi berkaitan dengan addendum Surat Edaran (SE) Nomor 13 Tahun 2021 tentang Peniadaan Mudik Hari Raya Idul Fitri Tahun 1442 Hijriah dan Upaya Pengendalian Penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) dan pembatasan terhadap Masyarakat mudik masuk dan keluar wilayah Polman. Maka akan dilaksanakan proses penyekatan sosial dan pembatasan serta pemeriksaan kendaraan yang akan masuk wilayah Sulbar. Dengan pemeriksaan protap kesehatan meliputi penggunaan masker dan jaga jarak dalam berkendar ditambahkan pemeriksaan identitas diri berupa ( KTP ), Identitas kendaraan ( STNK ) dan yang paling penting surat rapid test atau pcr yang berlaku selama 1×24 jam bagi setiap orang/pemudik.

Dari pantauan parepos.co.id, puluhan kendaraan harus putar balik karena tidak bisa menunjukan surat rapid test atau PCR yang berlaku selama 1×24 jam bagi setiap orang/pemudik yang berasal dari luar Provinsi Sulbar. Dan dalam pelaksanaan penyekatan tersebut terjaring beberapa pengendara yang tidak memenuhi syarat, sehingga diarahkan putar balik ke daerah asal mereka dengan cara yang humanis.(win/B)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *