Kunjungi LTSA-PMI, Sofyan Syam: Percaloan PMI Ilegal dapat Terdeteksi

  • Whatsapp
Kunjungi LTSA-PMI, Sofyan Syam: Percaloan PMI Ilegal dapat Terdeteksi

PAREPOS.CO.ID, PAREPARE — Komisi E Bidang Kesra Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Selatan yang didampingi Kepala Seksi Pembinaan Penempatan dan Perluasan Kesempatan Kerja Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Sulsel, Rany Harwiyanti, menyambangi Kantor Layanan Terpadu Satu Atap-Pekerja Migran Indonesia (LTSA-PMI) yang bertempat di Kota Parepare, Senin 12 April 2021.

Kunjungan tersebut disambut baik Kepala LTSA-PMI, DR Syamsi Alang, Kepala Bidang Pelatihan dan Penempatan Tenaga Kerja Dinas Tenaga Kerja Kota Parepare, Ketua Perkumpulan Pengusaha Jasa Migran Indpnesia (Pasmindo) Sulselbar, Agussalim, Direktur PT Anugerah Diantas P3MI, H Andi Sarjimin Ude, Kepala Cabang PT Arwana, H Amran serta Kabid Pelatihan dan Penempatan Tenaga Kerja Disnaker Parepare, Arwah Rahman.

Bacaan Lainnya

Wakil Ketua II Komisi E Bidang Kesra DPRD Provinsi Sulsel, H Sofyan Syam mengatakan, pihaknya merekomendasikan kepada Disnakertrans dan Kepala LTSA-PMI, agar lebih giat mensosialisasikan tempat ini. Terkhusus bagi Kabupaten/Kota yang biasanya banyak terdapat calon Pekerja Migran Indonesia (PMI). Tujuannya, tak lain akan mudah mendeteksi calo-calo PMI ilegal dan bisa dihindari. “Sosialisasi masih harus terus dilakukan, agar masyarakat dapat bekerja ke luar negeri melalui prosedural yang benar. Dan calo-calo dapat terdeteksi yang menimbulkan terjadinya PMI ilegal,” ujarnya.

Terlebih saat ini, sebanyak 700 lebih Calon PMI yang siap bekerja di luar negeri, namun negara tujuan masih belum dibuka. “Jadi, pemerintah punya kesiapan pelayanan apabila negara-negara tujuan calon PMI sudah dibuka kembali,”ujar legislator partai Golkar tersebut.

Sementara, Direktur PT Anugerah Diantas P3MI, H Andi Sarjimin Ude, mengatakan LTSA-PMI sudah lama dinantikan bagi Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI). “Ini lebih memudahkan para calon PMI untuk bekerja di luar negeri. Kepengurusan berkas pun tidak dipersulit, asalkan memiliki identitas yang jelas,” ujarnya.

Kepala LTSA-PMI, Dr Syamsi Alang menambahkan, di LTSA-PMI tersedia layanan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil. Jadi, kata dia, calon PMI yang dokumennya tidak lengkap, akan didata di sini, dan dilengkapi. “Pernah ada kejadian, seorang ibu-ibu ingin bekerja ke luar negeri dan membawa surat pernyataan ijin dari suami. Namun setelah suaminya dihubungi, ia tidak tahu bahwa istrinya akan bekerja di luar negeri. Olehnya itu, si ibu tersebut disuruh pulang oleh suaminya,” jelasnya. “Kami sudah sering mensosialisasikan LTSA PMI di luar daerah. Namun kondisi masa pandemi membuat kami terbatas. Insya Allah kemungkinan setelah lebaran, kami lebih aktif lagi dalam hal itu,” tutupnya. (dar/B)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *