Kancab BRI Pinrang akan Terperiksa Terkait Dugaan Aliran Dana KUR Fiktif

  • Whatsapp
Kancab BRI Pinrang akan Terperiksa Terkait Dugaan Aliran Dana KUR Fiktif
Aktivitas rutin di Mapolres Pinrang

PAREPOS.CO.ID, PINRANG – Pihak kepolisian akan segera memanggil Kepala Cabang BRI Pinrang dan sejumlah pihak untuk diperiksa di unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor). Pemeriksaan itu terkait pencairan aliran dana Kredit Usaha Rakyat ( KUR) yang diduga fiktif. Kanit Tipikor Polres Pinrang Ipda Muis Panrita membenarkan informasi itu. “Tentu pihak BRI akan di panggil untuk diklarifikasi,” kata dia di ruang kerjanya Kamis, 29 April 2021.

Penyidik, kini masih memeriksa sejumlah debitur yang merasa menjadi korbankan dengan adanya aliran dana KUR fiktif tersebut. “Yang diperiksa masih para nasabah. Pencairan KUR fiktif ini diduga berjamaah,” kata dia. Sehingga lanjut dia, beberapa kalangan di lingkup BRI Pinrang diduga terlibat. Pencairan KUR Fiktif diduga dicairkan di dua unit BRI masing masing Unit Temmassarangge, Kecamatan Paleteang dan Unit Mallongi Longi Kecamatan Lanrisang.

Bacaan Lainnya

Sebelumnya, Kasat Reskrim Polres Pinrang, AKP. Deki Marizaldi mengatakan, kasus yang diduga melibatkan orang dalam Kantor BRI Cabang Pinrang tersebut sudah dalam proses penyelidikan. Namun, kata dia, pihaknya masih membutuhkan bukti melalui keterangan dari sejumlah saksi. “Jadi, ini laporan dari masyarakat bukan dari pihak BRI Pinrang. Kita sementara mengumpulkan bukti dan keterangan dari sejumlah pihak terkait,” kata dia.

Deki mengungkapkan, kasus tersebut terbongkar setelah adanya laporan warga yang merasa dirugikan karena namanya terdaftar sebagai penerima dana KUR, padahal mereka tidak pernah mengajukan kredit ke BRI Cabang Pinrang. “Awalnya warga ini mengadu karena merasa tertipu oleh pihak BRI Pinrang. Kita lalu kembangkan dan indikasinya ada unsur tindak pidana korupsi didalamnya,” beber Deki.

Pihak Kepolisian Polres Pinrang pun, kata Deki, berjanji akan bekerja secara profesional dalam menangani kasus tersebut. Sebab, desakan bukan hanya dari pimpinan institusinya sendiri, namun juga dari masyarakat melalui media sosial agar kasus itu segera dituntaskan. “Tentu kita akan bekerja secara profesional. Namun semua membutuhkan proses. Kita tidak main-main dalam upaya pemberantasan tindak pidana korupsi,” tegas Deki. Informasi yang dihimpun menyebutkan sekitar 300 nama yang diduga dicatut untuk pencairan aliran dana KUR Fiktif sejak 2018-2019 di Unit BRI Pinrang tersebut.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *