Dorong PEN, Kapolres Polman Kunjungan Gerai Kopi Kurrak

  • Whatsapp
Dorong PEN, Kapolres Polman Kunjungan Gerai Kopi Kurrak

PAREPOS.CO.ID,POLMAN — Demi mendorong Percepatan Ekonomi Nasional (PEN), perlindungan serta dorongan support harus dilakukan bagi para pelaku Usaha Mikro Kecil menengah (UMKM). Hal itu diungkapkan, Kapolres Polman, AKBP Ardi Sutriono saat berkunjung ke Gerai Kopi Kurrak yang berada di Jalan Trans Sulawesi, Kecamatan Matakali.

Kepolisian juga melakukan pendampingan ke para pelaku UMKM, salah satunya usaha Kopi Kurrak dalam rangka PEN, Selasa 6 April 2021. Kapolres Polman mengatakan, dirinya berkunjungan ke Gerai Kopi Kurrak ini setelah mendapat informasi dari salah satu anggotanya bahwa di Kecamatan Matakali terdapat pengusaha kopi yang cukup terkenal.

Bacaan Lainnya

Bukan hanya itu, proses pemetikan biji kopi diproses melalui beberapa tahapan, seperti pemilihan hasil panen, dan proses penjemuran. Tahapan itu, guna menghasilkan kopi yang benar-benar berkualitas. “Kopi kurrak ini memang memiliki cita rasa tersendiri dengan kopi yang lain, sehingga membuat pembeli datang kembali. Disamping itu pemilihan biji saat panen diperhatikan, serta proses penjemuran yang cukup rapih dan bersih. Semua itu agar tercipta cita rasa kopi yang nikmat,”ujar Kapolres Polman.

Pemilik gerai kopi yang juga Kepala Desa Kurrak, Aris menyampaikan, dirinya mengembangkan inovasi ekonomi kopi kurrak dengan menciptakan lapangan kerja untuk masyarakatnya melalui pertanian kopi. Sejak tahun 2018, selaku pemerintah desa, dirinya terus mengembangkan pertanian kopi dengan menggunakan anggaran dana desa.

Caranya dengan mendatangkan bibit kopi berkualitas dari daerah Poso, Sulawesi Tengah, lalu dibagikan kepada para petani yang ada di Desa Kurrak. “Hampir semua masyarakat Desa Kurrak mendapatkan bibit tersebut dan menanamnya di lahan pertanian mereka masing-masing. Hasil biji kopi dari daerah yang pernah dikunjunginya memiliki kualitas yang tak diragukan lagi. Hal itu menjadi alasan Kepala Desa memilih biji kopi dari daerah luar, di Poso untuk di kembangkan di Desa Kurrak. disana saya sudah lihat buktinya, buahnya, kualitasnya. Makanya saya perbandingan dulu, belajar dulu disana baru saya kembangkan di desaku,” tutur Aris, Kepala Desa Kurrak.(win/B)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *