Dishub Mateng Sosialisasikan Larangan Mudik

  • Whatsapp
Dishub Mateng Sosialisasikan Larangan Mudik

PAREPOS.CO.ID,MAMUJUTENGAH-Pemerintah melalui Dinas Perhubungan  Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng) siap mensosialisasikan peraturan terbaru terkait larangan mudik Hari Raya Idul Fitri tahun 2021. Pelarangan yang akan diberlakukan mulai tanggal 22 April 2021 sampai jadwal yang di tentukan oleh pemerintah pusat.

Kadis Perhubungan Mateng, Drs Sigit Dwihastono menuturkan,
larangan mudik sudah tertuang dalam addendum Surat Edaran Satuan Tugas Penanganan (Satgas) Covid-19 Nomor 13 tahun 2021. ” Isinya itu tentang peniadaan mudik Hari Raya Idul Fitri Tahun 1442 Hijriyah dan upaya pengendalian penyebaran Covid-19 selama bulan suci Ramadan 1442 Hijriyah,”ujar Sigit Dwihastono saat di temui di ruang kerjanya, Jum’at 23 April 2021.

Sigit juga memaparkan terkait peraturan nasional tentan penanganan dan peniadaan mudik mulai tanggal 22 April sampai dengan 26 Mei 2021 itu akan kita sikapi dengan rapat dengan Tim gugus penanganan Covid-19 Mateng. ” Kita juga menunggu informasi penetapan dari Provinsi Sulbar. Pemerintah Provinsi Sulbar menyampaikan bahwa nanti surat edaran dari provinsi menunggu mudah-mudahan minggu depan sudah ada, setelah surat edaran kami terima maka akan melaksanakan rapat konsolidasi dengan Tim Gugus Covid-19 Mateng serta dilanjutkan rapat bersama dengan Satuan Lantas Polres Mamuju Tengah,”bebernya.

Namun, ada pengecualian bagi penguna jalan seperti perjalanan kedinasan ASN maupun karyawan swasta, orang dalam kondisi sakit atau orang dalam kedukaan dan orang hamil. “Terkait penindakan itu wewenang kepolisian yang akan mengarahkan paling tidak menahan dan menyuruh putar balik, jika ada pemudik yang ngotot maka akan dikenakan denda sesuai peraturan yang berlaku. Kami dari dinas perhubungan hanya mensosialisasikan dan menyampaikan jangan mudik atau pulang kampung demi menekan penyebaran kovid-19,serta keselamatan bersama,”ungkapnya.

Dia pun berharap setelah selesai sosialisasi kepada masyarakat terkait larangan mudik. Maka masyarakat sadar dan tidak mudik lagi. (slm/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *