Dampak Covid-19, Penunggak Iuran BPJS Kesehatan Capai Rp3,7 Miliar

  • Whatsapp
Dampak Covid-19, Penunggak Iuran BPJS Kesehatan Capai Rp3,7 Miliar

PAREPOS. CO. ID, MAJENE–Realisasi penerimaan iuran BPJS Kesehatan di Kabupaten Majene kini menurun drastis. Itu lantaran dampak dari pandemi covid 19 yang masih saja belum pulih hingga saat ini. Belum lagi adanya gempa bumi melanda wilayah Sulbar termasuk Majene yang tentunya juga berpengaruh pada peserta BPJS Kesehatan tersebut.

Demikian hal itu disampaikan Kepala Bidang (Kabid) SDM, Umum dan Komunikasi Publik pada BPJS Kesehatan Cabang Polman, Imran saat acara silaturrahmi dengan media yang berlangsung di Cafe Diaz Majene, Kamis 1 April 2021.

Bacaan Lainnya

Menurut Imran yang didampingi Kepala Unit BPJS Kesehatan Majene, Kartini Malik dan sejumlah staf dari BPJS Kesehatan Cabang Polman menuturkan, salah satu penyebab utama menurunnya penerimaan iuran peserta adalah karena masih suasana pandemi. Serta ditambah lagi dengan terjadinya bencana gempa bumi belum lama ini. Sehingga rata-rata keluhan peserta BPJS enggan bayar iuran karena pendapatan tidak ada. Terutama bagi peserta secara mandiri yang kebanyakan usahanya sudah tidak berjalan atau beraktivitas secara normal.

“Hal itulah salah satu jadi alasan peserta karena tidak ada penghasilan membuat tak mampu bayar iuran, ” sebutnya.

Imran menambahkan walaupun sebenarnya berbagai upaya sudah dilakukan pihaknya untuk melakukan penagihan kepada peserta. Termasuk dengan menghubungi langsung maupun menelpon kepada peserta BPJS untuk selalu mengingatkan agar segera bayar iurannya.

Dalam pertemuan media gathering itu juga terungkap tunggakan iuran peserta BPJS Kesehatan wilayah Majene medio Maret sudah mencapai lebih dari Rp3, 7 miliar. Dengan rincian tunggakan untuk kelas 3 capai Rp2, 5 lebih dengan jumlah 5.896 jiwa, kelas 2 senilai Rp627 juta lebih dengan jumlah 587 jiwa dan kelas 1 berkisar Rp509 juta lebih dengan jumlah 311 jiwa. Sedangkan besaran iuran bagi peserta mandiri untuk kelas 1 Rp150 ribu, kelas 2 Rp100 ribu dan kelas 3 Rp35 ribu.

Namun, perlu diketahui penunggak iuran tersebut hanya peserta secara mandiri dan bukan pemegang kartu PBI. Adapun peserta PBI yang ditanggung pihak pemerintah masih berjalan normal sama seperti biasanya tetap dapat terbayarkan sesuai dengan harapan. (edy/B)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *