Bocah 7 Tahun Alami Gizi Buruk dan Hidrosefalus di Marang

  • Whatsapp
Bocah 7 Tahun Alami Gizi Buruk dan Hidrosefalus di Marang
Tim kesehatan Pemkab Pangkep bersama Babinsa dan Kades memantau kondisi kesehatan Nur Laila di Desa Punranga, Kecamatan Marang, Selasa 27 April 2021. Foto:PAREPOS/ist/ade

PAREPOS.CO.ID,PANGKEP– Nur Laila bocah perempuan berusia 7 tahun dijempu tim kesehatan (Timkes) dari pihak Pemerintah Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Selasa 26 April 2021. Kedatangan tim petugas kesehatan tersebut untuk memeriksa kondisi kesehatan Nur Laila yang diduga menderita marasmus atau gizi buruk dan hidrosepalus. Kedua orang tua Nur Laila diketahui merupakan warga Pangkep, namun selama ini tinggal dan bermukim di Manokwari, Papua Barat. “Pasien ini adalah pindahan dari Manokwari, dan baru beberapa bulan terakhir menetap di Desa Punranga, Kecamatan Marang. Setelah melihat kondisi anak, kami langsung evakuasi untuk diberikan penanganan ke RS Batara Siang Pangkep,” kata Direktur Rumah Sakit Batara Siang Pangkep, dr Annas Ahmad.

dr Annas mengakui, pihaknya akan segera menindaklanjuti kondisi kesehatan Nur Laila untuk segera melakukan pelacakan apa penyebab pasien seperti ini. “Pemeriksaan akan mulai dari paru-paru, hingga otaknya akan kita periksa untuk mengetahui penyebab dari penyakit anak tersebut,”jelasnya. Dalam penanganannya, lanjut dr Annas, dirinya bersama dokter ahli anak dr Inayah Jabir dan ahli penyakit dalam dr Dewi Lestari akan memantau terus kondisi anak tersebut. Bahkan, saat ke lokasi keduanya turut serta bersama tim kesehatan.

Bacaan Lainnya

dr Annas menambahkan, pemerintah melalui instruksi dari bupati agar terus meningkatkan pelayanan dalam bidang kesehatan. “Pak bupati kerap menyampaikan agar jangan ada warganya lagi memiliki ketidakmampuan untuk mendapatkan layanan kesehatan,”ungkapnya. Makanya, salah satu upaya memenuhi keinginan tersebut adalah terjangkaunya fasilitas kesehatan oleh masyarakat. “Ini dibuktikan dengan kegiatan pelacakan status kesehatan masyarakat berbasis desa. Adanya beberapa warga yang ditemukan menderita sakit, namun belum mendapat pelayanan kesehatan yang memadai karena ketidakmampuan menjangkau fasilitas kesehatan, baik karena faktor jarak maupun faktor biaya,”tutupnya.(ade)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *