ASN Ogah Divaksin, Bupati Majene: Sanksi Penundaan TPP Menanti

  • Whatsapp
ASN Ogah Divaksin, Bupati Majene: Sanksi Penundaan TPP Menanti
Bupati Majene, Lukman

PAREPOS.CO.ID, MAJENE– Bupati Majene, Lukman menegaskan bagi Aparatur Sipil Negara (ASN)  dilingkup Pemkab Majene bakal diberikan sanksi  jika tak mau divaksin. Mengingat upaya percepatan vaksinas merupakan salah satu target dalam progres yang harus signifikan untuk digenjot. Karena itu,  bagi ASN yang tidak ingin divaksin tanpa alasan yang kuat sanksi sudah menantinya.

Dia menambahkan, pentingnya vaksin Covid-19 membuat pemerintah telah membuka layanan vaksinasi beberapa hari terakhir ini pada malam hari yang yang bertempat di ruang pola kantor Bupati Majene.  ”Sehingga jika masih ada ASN tidak  mau divaksin, maka Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP)  bersangkutan tidak akan diserahkan. Artinya,  bagi ASN yang ingin TPP tersebut dibayarkan terlebih dahulu menunjukan bukti telah divaksin, “tegas Bupati Lukman, kemarin.

Bacaan Lainnya

Lukman mengakui, sebelumnya sudah dilakukan evaluasi pelaksanaan vaksin bagi kalangan ASN di daerah ini.  Hasilnya berdasarkan laporan Dinas Kesehatan (Dinkes) Majene, lanjut Lukman, terkait dukungan vaksin covid-19 untuk ASN masih sangat minim untuk datang ke pusat kesehatan masyarakat. Bahkan jumlah ASN yang sudah divaksin baru berkisar 20 persen.

Sehingga lanjutnya,  penekanan bagi ASN untuk mendukung vaksinasi harus ada sanksinya. Termasuk tidak dibayarkan TPP bagi ASN tersebut sebelum usai divaksin.  Atas sanksi bagi ASN tersebut sejumlah ASN di Majene yang tadinya tidak ingin divaksin ia mengaku dengan terpaksa harus mengikuti aturan tersebut. Alasannya,  saat ini TPP memang sangat dibutuhkan. Sehingga mau tidak mau harus ikut untuk divaksin. (edy/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *