Tol Laut, Dirkrimsus Polda Sulbar Tetapkan Dua Tersangka di Mamuju

  • Whatsapp

PAREPOS.CO.ID,MAMUJU– Penyidik Tindak Pidana Korupsi Subdit Tiga Direktorat Kriminal Khusus (Dirkrimsus) Polda Sulawesi Barat (Sulbar) akhirnya menetapkan dua tersangka. Tersangka tersebut dari hasil penyidikan kasus subsidi angkutan laut atau Tol Laut Perintis Pangkalan Mamuju tahun anggaran 2018 Kementerian Perhubungan Laut Perwakilan Sulbar, dengan kerugian negara mencapai Rp 4,9 Miliar.

Direktorat Reserse Krimsus Polda Sulbar melalui Kabid Humas Polda Sulbar, Kombes Pol Syamsu Ridwan membenarkan adanya penetapan tersangka tersebut. Setelah penyidik Tipikor Polda Sulbar melakukan penyelidikan hingga penyidikan dengan bukti yang cukup akhirnya kasus ini menyeret dua orang menjadi tersangka.

Bacaan Lainnya

Meskipun polisi belum menyebut inisial peran kedua tersangka, namun keduanya disebut-sebut berperan penting dalam kegiatan kementerian dalam sewa armada tol laut pangkalan Mamuju Sulbar. “ Hasil penyelidikan, tim penyidik Krimsus Polda Sulbar telah menetapkan dua orang tersangka yakni I dan E. Penetapan tersangka ini sudah cukup dua alat bukti salah satunya ditemukan kerugian negara berdasarkan dengan hasil audit BPKP sebesar Rp 4,9 Miliar, “ sebut Ridwan, Senin 1 Maret 2021.

Kata dia, sebelumnya penyidik telah memeriksa sejumlah saksi- saksi, diantaranya panitia lelang, tim evaluasi, investor dan pemilik kapal. “Kita belum menyebutkan peran kedua tersangka, namun dalam waktu dekat ini berkasnya akan segera dirampungkan untuk dilimpah ke pihak kejaksaan,”ujarnya. “Nanti kabar selanjutnya baru saya kabari kembali, soal apa peran kedua tersangka, yang pastinya teman- teman penyidik masih merampungkan berkas perkara untuk dilimpah ke jaksa penuntut, “ jelasnya.

Seperti diketahui, penyidik Subdit Tiga Dirkrimsus Polda Sulbar, tengah melakukan penyelidikan terhadap anggaran subsidi operasional kapal perintis atau tol laut pada Kementerian Perhubungan laut yang ada di Provinsi Sulbar yang bersumber dari APBN sekitar Rp 16 Miliar tahun anggaran 2018.

Penyidik pun tengah melakukan penyelidikan soal laporan masyarakat terkait biaya operasional kapal yang dipihak ketigakan yang biaya operasionalnya terbilang besar pada tahun 2018. Meskipun tidak menyebut secara spesifik yang didalami penyidik tipikor, namun kata mantan diduga terjadi markup.(slm/B)

Pos terkait


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *