TGTRA Tunjuk Kelurahan Galung jadi Pilot Project Program Kampung Reforma Agraria

  • Whatsapp
TGTRA Tunjuk Kelurahan Galung jadi Pilot Project Program Kampung Reforma Agraria

PAREPOS. CO. ID, MAJENE–Program kampung reforma agraria tahun 2021 menempatkan Kelurahan Galung Kecamatan Banggae, Majene sebagai lokasi atau pilot project program kampung reforma agraria tahun 2021. Hal ini sudah disepakati oleh Tim Gugus Tugas Reforma Agraria (TGTRA) Kabupaten Majene melalui penandatanganan Surat Keputusan (SK) penetapan lokasi kampung reforma agraria yang berlangsung di ruang pola Kantor Bupati Majene.

Ketua Tim Gugus Tugas Agraria 2021 Kabupaten Majene yang juga Bupati Majene, Lukman mengatakan akan tetap mendukung dan turun langsung secara maksimal untuk menyukseskan kegiatan tersebut. Apalagi, Kelurahan Galung yang menjadi Pilot Project tahun ini kampung reforma agraria, agar masyarakat setempat harus taat dan ikut mendukungnya.

Bacaan Lainnya

“Jika ada permasalahan dan kendala di lapangan sekiranya dapat dikomunikasikan dengan tim sehingga nantinya ada solusi yang dihasilkan. Hal ini sangat penting mengingat program nasional tersebut sangat baik karena menjadi solusi terkait persoalan tanah di masyarakat,” sebutnya.

Lukman menambahkan, terlebih lagi dari dulu hingga sekarang, persoalan tanah selalu menjadi masalah di masyarakat. Sehingga perlu ada penanganan dan solusinya agar tidak menimbulkan masalah berkelanjutan.

Selain itu, lanjutnya, kegiatan tersebut juga akan melahirkan kontribusi pada peningkatan PAD Majene karena adanya kesadaran penuh bagi masyarakat yang membayar PBB. Bahkan sudah banyak lembaga di Majene yang tengah berbenah seperti Unsulbar, STAIN dan lainnya yang membutuhkan kepastian hukum atas perluasan lahan tersebut.

Sementara itu, Kepala BPN Majene, A Mappangile yang juga ketua harian TGTRA Kabupaten Majene melaporkan telah ada delapan kelompok yang terbentuk terkait hal ini yang terdiri dari 23 orang pelaksana dan tiga konsultan. “ Untuk pelaksanaan di target selama 10 bulan ke depan. Awalnya dijadwalkan pada Februari lalu hingga November namun karena ada kegiatan mendesak sehingga kegiatan diundur ke bulan Maret, “ pungkasnya.(edy/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *