Tanaman Kopi Robusta dan Arabika jadi Inovasi Desa Kurrak

  • Whatsapp
Tanaman Kopi Robusta dan Arabika jadi Inovasi Desa Kurrak

PAREPOS.CO.ID,POLMAN — Program tanaman kopi robusta dan kopi arabika menjadi inovasi yang dilaksanakan Pemerintah Desa Kurrak, Kecamatan Tapango Kabupaten Polewali Mandar. Bahkan, dari inovasi tersebut kini
hasilnya dapat dinikmati warga dan menjadi sumber penghasilan tambahan. Kepala Desa Kurrak, Haris menyampaikan saat ini terdapat 100 hektar tanaman kopi arabika dan kopi robusta yang sudah ditanam oleh masyarakat dan telah dikembangkan menjadi inovasi desa.

Tanaman Kopi Robusta dan Arabika jadi Inovasi Desa Kurrak

Bacaan Lainnya

Tanaman kopi, hasil dari kebun miliknya sudah menghasilkan Rp16 juta perbulan. Sementara kebun kopi milik warganya juga tidak lama lagi akan panen. “Produksi kopi di Desa kami saat ini sudah mencapai satu ton perbulan, dan ini akan terus meningkat karena belum semua kebun masyarakat berbuah,”ujar Kepala Desa Kurrak Aris saat di temui disela-sela kegiatannya mengolah biji kopi di Desa Kurrak, Minggu 7 Maret, kemarin.

Kopi yang dihasilkan, kata Aris, diolah sendiri oleh Pemerintah Desa dengan melibatkan masyarakat dalam proses pengolahannya. Dan selanjutnya akan dikelola oleh Bumdes untuk meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PAD).

Menurutnya awal mula kebun kopi miliknya dijadikan sebagai percontohan tanaman kopi di Desanya. Sehingga setelah berhasil masyarakat mulai mengikuti jejak Kepala Desa menanam kopi dan kemudian menjadikan tanaman kopi sebagai inovasi desa yang bertujuan untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat.

Selain itu, dalam pengolahan biji kopi menjadi bubuk kopi. Kepala Desa Kurra melibatkan beberapa warganya, utamanya bagi ibu rumah tangga dalam memilah biji kopi terbaik untuk kemudian diolah menjadi bubuk kopi lalu dikemas dalam berbagai kemasan mulai dari kemasan terkecil hingga kemasan ukuran besar. “Ada lebih dari 15 orang warga yang terdiri dari ibu rumah tangga yang setiap hari membantu menyortir biji kopi dengan upah dua ribu rupiah perkilogramnya untuk menghasilkan cita rasa kopi kurrak tersendiri,” ujar Aris.

Penyortiran ini sangat penting, sehingga dilakukan secara manual agar cita rasa kopi yang dihasilkan benar-benar nikmat dan rasanya pas. Bubuk kopi yang sudah dikemas kemudian di bawah ke galleri kopi Kurrak di jalan Poros Matakali – Polewali. “Saat ini kopi Kurrak sudah menembus pasar Nasional yakni Jakarta, Pulau Jawa, Kalimantan, Sulawesi, dan beberapa daerah lainnya. Selain itu, beberapa pengunjung dari luar daerah juga sudah datang berkunjung ke kebun Kopi Kurrak yang berbatasan dengan Kabupaten Mamasa. Mereka datang untuk melihat budidaya kopi Kurrak hingga ke pengemasannya”,tandasnya

Kopi Kurrak saat ini juga sudah menjadi oleh-oleh khas Polewali Mandar yang biasanya diborong oleh pengunjung yang datang dari Jakarta dan daerah lainnya. Selain harga yang terjangkau, Kopi Kurrak juga memiliki cita rasa khas tersendiri yang membuat galleri kopi Kurrak kebanjiran orderan. (win/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *