Ribuan Hektare Program Replanting 2021 Kelapa Sawit di Mateng

  • Whatsapp
Ribuan Hektare Program Replanting 2021 Kelapa Sawit di Mateng

PAREPOS.CO.ID, MAMUJU TENGAH– Program peremajaan atau replanting Tahun 2021 yang ditargetkan seluas 6.000 hektare dan tersebar di sejumlah wilayah di Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng). Kepala Dinas Pertanian Muh.Anwar S.IP M.AP diruang kerjanya mengatakan, replanting yang saat ini sedang berjalan adalah salah satu program pemerintah tentang perkebunan kelapa sawit yang sangat efisien dan berkelanjutan. “Yaitu peremajaan terhadap tanaman kelapa sawit yang kurang produktif, tua atau rusak,” ujar Kadis Pertanian saat dikonfirmasi, Kamis 18 Maret 2021.

Anwar menjelaskan, replanting tahun 2020 lalu mencapai 3000 hektar, seluruhnya berjalan sesuai harapan dan dinyatakan selesai tanpa adanya kendala. Atas capaian itu, sasaran replanting kali ini dapat meningkat mencapai 6.000 hektar sebagai ditarget yang tersebar di sejumlah wilayah perkebunan sawit di Bumi Lalla Tassisara.

Ia menambahkan, pengerjaan replanting kali ini diharapkan dapat berlajalan lancar tanpa kendala seperti tahun sebelumnya. “Meskipun tahun lalu (2020) kami menemukan sejumlah kendala, tetapi seluruhnya masih bisa teratasi dan kami berharap tahun 2021 kali ini juga bisa berjalan lancar,” jelasnya.

Menurutnya, program pemerintah tentang replanting sangat membantu petani sawit untuk mendapatkan hasil yang lebih baik dimasa mendatang, sebab itu diharapkan agar petani dapat memanfaatkan kesempatan ini secara baik.

Anwar menegaskan, jika nantinya ditemukan kendala yang dianggap tidak sesuai petunjuk teknis, maka ia tak segan untuk menghentikan proses replanting yang dianggap bermasalah.

Sebab itu diharapkan kepada seluruh kelompok tani atau Gapoktan yang terlibat dalam pengerjaan replanting, agar dapat menyesaikan seluruh permasalahan yang ada secara internal di wilayah masing-masing. “Salah satunya jika ada masalah internal petani itu sendiri dan paling penting jangan sampai masuk dalam kawasan hutan lindung, karena sudah pasti akan dihentikan dan tentu petani sendiri yang akan rugi,” tegasnya.

Dijelaskan pula, baik biaya penebangan, pembibitan hingga penanaman, seluruhnya ditanggung dan selama masa peremajaan juga akan dibekali bibit jagung, agar petani dapat memanfaatkan lahan kelapa sawit yang telah diremajakan. “Tentu hasilnya untuk petani itu sendiri,” jelasnya.

Kadis berharap, dengan adanya program replanting ini, dapat membantu warga untuk mendapatkan hasil yang lebih baik dimasa mendatang. “Semoga kedepan dapat meningkatkan perekonomian dan tarap masyarakat yang lebih baik,” katanya.(slm/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *