Perketat Suket Test Rapid Antigen, Nurhayati: Penumpang dari Wilayah Terjangkit Capai Puluhan Ribu Tiba di Pelabuhan Nusantara

  • Whatsapp
Perketat Suket Test Rapid Antigen, Nurhayati: Penumpang dari Wilayah Terjangkit Capai Puluhan Ribu Tiba di Pelabuhan Nusantara

PAREPOS.CO.ID,PAREPARE — Pelabuhan Nusantara secara ketat memeriksa Surat Keterangan (Suket) Rapid Test Antigen untuk memvalidasi data setiap penumpang kapal. Hal itu ditegaskan Koordinator Wilayah Kerja Pelabuhan Parepare, Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas I Makassar, Nurhayati Manda kepada parepos.co.id, Selasa 2 Maret 2021.

Nurhayati mengatakan, ketatnya pengawasan tersebut dilakukan untuk mencegah adanya suket yang tidak valid dan terindikasi palsu. “Jadi tugas kami disini memvalidasi suket tersebut, apakah itu benar, apakah hasilnya valid, apakah masa berlakunya masih berlaku. Terlebih, sekarang masa berlakunya hasil test rapid hanya tiga hari sesuai aturan gugus tugas yang baru. Jadi kalau yang lewat harinya, kami suruh rapid ulang,” katanya.

Bacaan Lainnya

Sedangkan, kata Nurhayati, apabila terdapat suket yang diduga tidak valid maka penumpang tersebut akan di introgasi tentang tempat dan tahapan rapid. ” Untuk memastikan lebih lanjut, maka pihak dari kesehatan pelabuhan akan menelpon tempat mereka melakukan rapid sesuai dengan suket yang dimiliki penumpang,”ujarnya.

Namun, hingga saat ini hal semacam itu belum ada ditemukan di Pelabuhan Nusantara. “Selama ini kami belum ada menemukan suket palsu, maksudnya bukti realnya itu palsu belum, tetapi kalau cuman stempelnya saja kami temukan. Maka kita telepon instansi yang menerbitkan suket itu, kami selalu konfirmasi, apakah betul ada nama tersebut, diperiksa pada tanggal itu, kalau ada yang menjawab tidak, ya kami rapid ulang. Dan kami tidak validasi yang palsu tersebut ,”jelasnya.

Selama bulan Januari dan Februari 2021, sudah puluhan ribu penumpang yang datang dari daerah terjangkit. Wilayah terjangkit, lanjutnya diartikan sesuai penetapan dari WHO, bahwa semua daerah atau wilayah terjangkit Covid-19, maka dianggap sebagai wilayah terjangkit. Yang tidak terdapat kasus Covid-19 maka dinyatakan wilayah tidak terjangkit.

Untuk penumpang datang tahun 2021, yang berasal dari wilayah terjangkit pada bulan Januari ada sekitar 15.818 orang penumpang. Dan bulan Februari ada sekitar 15.559 orang penumpang. “Jadi yang datang kita lihat rapidnya, yang berangkat pun harus ada repid testnya,”katanya.

Rapid Test

Nurhayati Manda menambahkan,
di Terminal Pelabuhan Nusantara Kota Parepare menyediakan tiga lokasi untuk melakukan rapid test. Baik klinik maupun Rumah Sakit. Salah satunya klinik Pratama Fausia Care. “Untuk biaya rapid test di klinik pratama Fausia Care itu sebesar Rp 150 ribu perorang/pasien, khusus rapid test antigen. Kalau untuk antibodi itu Rp100 ribu,”ujar Direktur Klinik Pratama, drg Fausia Kusuma Mardani.

Sedangkan untuk yang berasal dari luar yang menggunakan barkot, kalau yang pakai barkot itu harganya Rp 220 ribu. “Penumpang diluar kita keluarkan barkot, kalau di pelabuhan kita tidak pakai barkot langsung kita berikan surat keterangannya, dan hasilnya,” jelasnya.(ana/B)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *