KPK dan Nurdin Abdullah

  • Whatsapp
KPK dan Nurdin Abdullah

Banyak masyarakat yang tiba-tiba menjadi komentator hebat di warkop-warkop atau sosial media terkait penangkapan Gubernur Sulsel, Prof. Dr. Ir. H. M. Nurdin Abdullah, M.Agr tersangka OTT oleh Komisi Pemberantas Korupsi (KPK).

Oleh: Guntur Paroki
(Owner Nusantara Peace & Justice)

Pro dan Kontra silang penafsiran dalam perkara ini terus saja meningkat drastis, membacanya pun kadang membuat saya tertawa geli. Saya tidak paham apakah tulisan mereka copy paste dari sebuah artikel atau tidak, namun terkadang uraian keterkaitan proses penangkapan Prof Nurdin dibuat ambigu dan menyimpang dari sebuah kebenaran. Pendengar dan pembacanya pun mangut-mangut saja, ada yang meyalahkan prosedur penangkapan namun bingung menguraikan cara yang benar sesuai hukum yang berlaku.

Lalu ada pula yang menguraikan Prof Nurdin Abdullah orang baik dan tidak sedikit orang yang mengatakannya orang buruk dengan segala caci maki.

Inilah benang merahnya..

Sosok Nurdin Abdullah (NA) dikenal sebagai tokoh berpengaruh masyarakat Sulawesi Selatan tumbuh sebagai pemimpin yang cerdas sekaligus sebagai pribadi yang baik dan santun sehingga sangat wajar dalam pemilihan Gubernur Sulawesi Selatan. Dua tahun silam, N.A menempati peringkat teratas dengan jumlah pemilih diluar perkiraan, sangat jauh meninggalkan rival-rivalnya.

Tapi siapa sangka orang yang dikenal santun dan memiliki segudang prestasi dan penyabet beberapa penghargaan begengsi tertangkap tangan oleh KPK.
Sontak berita ini menjadi Viral dan akal pikiran bangsa ini belum sepenuhnya menerima baik berita tersebut. Wajar saja disetiap kesempatan konflik perang urat saraf sering terjadi ditengah pemikir sosial media. Banyak yang menyalahkan KPK karena dianggap tidak sesuai menempatkan NA dalam situasi OTT padahal dalam cerita beliau lagi tiduran dan kena sergap. Tapi tidak sedikit memuji KPK karena telah menangkap NA dan menjadikannya seorang tersangka.

Pemikiran saya sebagai penulis..
Masyarakat penikmat media hendaknya berhenti sementara menilai kerja-kerja KPK sebab apa yang telah dilakukannya telah melalui proses hukum yang benar (sementara ini).

Sebagai warga negara harusnya kita memuji kerja-kerja mereka dan memberi apresiasi yang tinggi. Banyak bukti-bukti yang telah dilakukan KPK dgn memperkecil kerugian negara akibat garong dari tikus-tikus berdasi mereka telah ditangkap dan KPK telah membuktikan para pencuri uang negara tersebut sudah disidangkan dan diputus bersalah oleh Pengadilan.

Intinya jika ada pandangan publik tidak sesuai dengan kerja-kerja KPK terkait NA maka Undang-Undang memberi saluran melalui Praperadilan dalam menguji proses OTT tersebut benar atau salahkah OTT yang dilakukan oleh tim KPK. Dan bukan hanya ribut mencari pembenaran melalui akal pikiran pribadi seakan kitalah yang benar dan bukan KPK yang benar.(*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *