International Women’s Day, Erna Rasyid: Perempuan jadi Ibu dan Pendamping Suami dalam Bertugas

  • Whatsapp
International Women's Day, Erna Rasyid: Perempuan jadi Ibu dan Pendamping Suami dalam Bertugas

PAREPOS.CO.ID, PAREPARE, —  Perempuan berperan sebagai ketahanan keluarga. Selain itu, perempuan dimasa industri 4.0 ini telah banyak yang menjadi pengambil kebijakan. Seperti menjadi ketua DPRD, Camat, maupun lurah. Hal tersebut diterangkan Kabid Kesetaraan Gender, Dinas Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak, Sriyanti Ambar.

Menurutnya dengan banyaknya perempuan yang telah berpartisipasi dan berkontribusi dalam pengambilan kebijakan. Maka diharapkan agar semua perempuan dapat memaksimalkan seluruh kelebihan dan potensi yang ada pada dirinya, serta bisa menunjukkan perempuan mampu berkontribusi dengan baik. Dan mampu menjalankan seluruh kewajiban yang diberikan dengan baik. Sehingga waktu yang digunakan diluar rumah dapat bermanfaat termasuk memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya untuk keluarga.

Bacaan Lainnya

Selain hal itu, didalam berumah tangga perlu adanya kerjasama antara lelaki dan perempuan dalam memantau tumbuh kembang sang anak. Hal tersebut dikatakan untuk mempertahankan keluarga. “Sudah banyak perempuan yang bisa mengambil peran yang mengambil keputusan, seperti camat, betul-betul perempuan berdaya sekarang. Termasuk dalam pengambilan kebijakan. Lelaki juga dianggap perlu berperan dalam pengasuhan anak. Sebaiknya laki-laki membantu perempuan untuk memantau kesehatan anak, supaya bukan hanya perempuan, yakni ibu yang tahu perkembangan anak,” katanya.

Ketua TP PKK Kota Parepare, Hj Erna Rasyid Taufan yang dihubungi secara terpisah mengatakan, peran perempuan sangat diperlukan dalan menjadi ibu maupun mendampingi suami dalam bertugas. “Peranan perempuan memang sangat penting baik dia sebagai ibu maupun sebagai pendamping suami. Maka sebagai penyeimbang dalam tugas-tugas kekhalifaan seorang hamba dimuka bumi,”jelasnya. Dalam pandangan islam, kata Erna Rasyid, derajat laki-laki dan perempuan sama. Dan yang membedakan hanyalah ketaqwaannya.

Selaras, Wakil Ketua PKK Kota Parepare, Erni Erawati Iwan menjelaskan, adanya perempuan sebagai motor penggerak di keluarga karena perempuan bisa membantu perekonomian keluarga, dan juga menjadi guru untuk anak mereka. “Karena setiap perempuan punya talenta masing-masing, jadi bisa mengasah talentanya masing-masing. Apalagi masa pandemi saat ini. Tetapi sekarang punya peran yang penting, yakni menjadi guru. Sekarang perempuan berbeda karena sekarang dituntut untuk berinovasi,” jelas Erni.(rls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *