Hujan Butiran Es Guyur Sidrap, Begini Penjelasan Lengkap Lapan

  • Whatsapp
Hujan Butiran Es Guyur Sidrap, Begini Penjelasan Lengkap Lapan

PAREPOS.CO.ID, SIDRAP — Akun instagram @sidrapinfo.id membagikan video peristiwa hujan es di Desa Padangloang, Kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan (Sulsel), Kamis 25 Maret, sekira pukul 17.00 wita. “Telah terjadi hujan es di Padangloang Alau Sidrap,” tulis akun instagram @sidrapinfo.id.

Warganet pun ramai-ramai memenuhi kolom komentar akun instagram itu. Sejumlah netizen menanyakan peristiwa hujan es itu.

Bacaan Lainnya

“Tongeng ga (apa benar) dik @musdaya__?,” tanya @tasyafbr_07.

“Tongeng kak,” jawab @musdaya__.

“Daerah Samallangi juga hujan es,” tulis @wiranatamlt27.

Saat dikonfirmasi, Peneliti Pusat Sains dan Teknologi Antariksa (PSTA) Lapan, Erma Yulihastin membenarkan peristiwa itu.

“Hujan es (hail) yang terjadi di Sidrap, Sulsel pada sore hari ini terjadi karena ada tiga faktor,” kata Erma.

Faktor pertama, kata Erma, adanya pertumbuhan awan konvektif yang terjadi sangat cepat dari pukul 14.00 hingga 15.00 WIB di atas Sidrap, Sulsel.

Awan tersebut, kata dia, terbentuk dari satu awan Cumulus (Cu) tunggal yang tumbuh secara vertikal dengan cepat menjadi awan Cumulonimbus (Cb).

“Awan Cb ini meluas dan bergabung dengan sel awan konvektif yang tumbuh di bagian selatan (Makassar dan sekitarnya),” katanya.

Faktor kedua, lanjut dia, pertumbuhan awan sangat cepat dan perubahan yang terjadi dari awan hangat menjadi dingin.

“Awan ini kaya partikel es lalu menghasilkan hujan air disertai es. Karena kemungkinan juga dipengaruhi hujan dan suhu permukaan dingin yang telah terbentuk lebih dulu sekitar pukul 14.00 WIB di atas kawasan pegunungan Latimojong,” ujar dia.

Permukaan Latimojong yang dingin itu, katanya, selanjutnya digerakkan angin menuju dataran rendah ke wilayah sekitarnya, salah satunya Kabupaten Sidrap.

“Kawasan Sidrap selanjutnya menjadi daerah pertemuan angin yang berasal dari pegunungan di bagian utara. Dan dari laut di bagian timur dan barat. Konvergensi inilah yang membuat es dihasilkan awan dingin tersebut terpusat di atas kawasan Sidrap dan sekitarnya,” tutupnya. (ami/B)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *