Distanakbun Klaim Bawang Merah dan Cabai Terus Meningkat

  • Whatsapp
Distanakbun Klaim Bawang Merah dan Cabai Terus Meningkat

PAREPOS. CO. ID, MAJENE- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Majene melalui Dinas Pertanian Peternakan dan Perkebunan (Distsnakbun) Majene menargetkan produksi bawang merah dan cabai rawit meningkat dari tahun sebelumnya.

Alasannya, dua komoditas ini merupakan prioritas di beberapa wilayah yang menjadi sentra pengembangan tanaman holtikultura jenis bawang merah dan cabai rawit di Majene. Diantaranya terdapat di Kelurahan Baruga, Baruga Dhua, Tande dan sebagian Dusun Galung Paara Desa Pamboboran Kecamatan Banggae.

Bacaan Lainnya

“Sesuai data saat ini bahwa produksi bawang merah mengalami peningkatan, dengan rincian produksi pada tahun sebelumnya sekitar 8 ton per hektar, sedangkan pada 2019 sampai 2021 mencapai 10 ton per hektar,” rinci Kepala Bidang (Kabid) Holtikultur Holtikultura Distanakbun Majene, Syamrud, SP, Rabu 3 Maret 2021.

Ia melanjutkan, untuk produksi cabai lanjutnya, juga mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya. Hanya saja, rincian produksi cabai rawit tidak sama dengan produksi bawang merah. Karena sekali panen dapat diakumulasi sekian ton per hektar, sedangkan cabai produksinya tidak secara keseluruhan, lantaran sistim panen secara bertahap.

Dikatakannya, sasaran pemasaran bawang merah dan cabai rawit terdapat di wilayah Kalimantan dan Makassar Sulsel.

“Sementara kalau sentra produksi cabai tersebar di wilayah Kecamatan Pamboang dan sebagai di wilayah Kecamatan Sendana serta di wilayah Kecamatan Malunda,” urainya.

Syamrud melanjutkan, dengan peningkatan produksi bawang merah dan cabai rawit tidak terlepas dari pembinaan para Petugas Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL).

“Para PPL ini, tetap melakukan tugasnya mengontrol para kelompok tani, baik yang baru menanam maupun kelompok tani yang sudah mandiri,” akunya.

Selain itu, upaya peningkatan produksi bawang merah dan cabai rawit juga dilakukan melalui penyediaan benih unggul, penerapan teknologi budi daya ramah lingkungan, dukungan pengairan, dan alat mesin pertanian.

“Intinya, kami terus bekerja agar produksi kedua jenis tanaman holtikultura ini terus meningkat yang pada akhirnya bisa sejahterakan petani, ” tambahnya.(edy/B)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *