Cegah Virus Antraks dan Brucellosis, Distanpan Bersama BBV Maros Vaksin Hewan di Polman

  • Whatsapp
Cegah Virus Antraks dan Brucellosis, Distanpan Bersama BBV Maros Vaksin Hewan di Polman

PAREPOS.CO.ID,POLMAN — Dalam rangka mencegah dan mengendalikan penyebaran penyakit anthrax dan brucellosis, Balai Besar Veteriner (BBV) Maros Sulsel bersama Dinas Pertanian dan Pangan (Distanpan) Kabupaten Polman. Menggelar vaksinasi terhadap ternak sapi dan kambing di tiga Kecamatan yakni Kecamatan Wonomulyo, Luyo dan Campalagian, Rabu 31 Maret 2021.

Kepala Distanpan Polman, Hassani mengatakan, bersama BBV Maros, mengawal masyarakat agar ternaknya terhindar dari penyakit. Selain melakukan vaksinasi. Tim BBV Maros juga melakukan penelitian dan mengambil sampel untuk mengetahui apakah masih ada ternak yang terjangkit penyakit anthrax.

Bacaan Lainnya

“Kita ke lapangan itu melakukan vaksinasi anthrax,dan melakukan penelitian, apakah di wilayah ini masih ada penyakit antraks atau kuman antraks sehingga diambil sampelnya untuk mengetahui itu, karena di 2015 lalu pernah ada kejadian seperti ini. Distanpan dan BBV bertanggung jawab mengawal masyarakat agar ternaknya terhindar dari penyakit-penyakit yang menular,”jelasnya.

Olehnya itu, kegiatan ini menjadi tanggung jawab kita, bagaimana caranya melindungi hewan ternak dari manusia agar terhindar dari penyakit antraks, mulai dari Kecamatan Campalagian, Luyo dan Wonomulyo,dan dibagi menjadi lima tim dengan kegiatan yang sama.

drh Siswani dari BBV Maros menjelaskan, kegiatan ini dilakukan ini adalah surveilans dan monitoring untuk kedua jenis penyakit yaitu penyakit anthrax dan brucellosis. Untuk penyakit anthrax fokus pengambilan sampel pada lingkungan yaitu tanah. Kemudian untuk penyakit brucellosis atau penyakit keguguran pada sapi, fokus pengambilan sampel pada sapi betina produktif, lalu diuji di laboratorium BBV Maros, dan hasilnya akan dikirim ke Distanpan Polman.

Adapun untuk pencegahannya, yaitu dengan melakukan vaksinasi, kemudian pada lingkungan yang sudah tercemar dilakukan desinfeksi menggunakan formalin 10 % atau hipoklorit. Kemudian untuk penyakit brucellosis atau ternak yang sudah terinveksi disarankan untuk melakukan pemotongan bersyarat. “Disinikan sudah pernah ada historis atau sejarah kejadian kasus  pada tahun 2016, makanya kami rutin melakukan pengambilan sampel di lokasi yang sudah pernah terjadi kasus antraks. Kemudian yang kedua adalah penyakit brucellosis yaitu penyakit keguguran pada sapi, itu juga bersifat sangan menular pada ternak maupun kepada manusia, nah, kami fokuskan pada pengambilan sampel pada sapi betina produktif karena memang yang diserang pada saat umur produktif yaitu sampel darah, kemudian nanti diuji di laboratorium BBV Maros. Kemudian nanti hasilnya akan kami kirimkan ke dinas. Kalau untuk antraks sendiri, pencegahannya hanya satu, yaitu dengan melakukan vaksinasi untuk mencegah terjadi kasus pada hewan, kemudian pada lingkungan yang sudah tercemar, yaitu kita melakukan yang namanya desinfeksi bisa menggunakan formalin 10% ataupun dengan hipoklorit atau biasa kita kenal dengan nama backlin. Nah, itu biasanya kalau lingkungan yang tercemar, biasanya Kita desinfeksi dengan menggunakan formalin dan hipoklorin. Nah, untuk brucellosis sendiri, pencegahannya pada ternak, yaitu dengan vaksinasi juga, kemudian dengan ternak yang sudah terinfeksi, biasanya disarankan untuk dipotong, karena bagaimanapun dengan brucellosis dia tidak akan sembuh, sehingga penanganannya hanya dengan pemotongan bersyarat,”beber Siswani.

Kabid Peternakan,Distanpan Polman Kaharuddin menyampaikan, target sasaran untuk vaksinasi ternak sebanyak 2500, yaitu 1500 vaksin dan 1000 pengobatan. Adapun sasaran yang ingin dicapai dengan mempertahankan populasi ternak di Kabupaten Polewali Mandar, karena Polman memiliki populasi kambing dan sapi tertinggi di Sulawesi Barat. Kaharuddin berharap agar ke depannya dapat mengekspor sapi yang akan dibagi menjadi dua, yaitu ternak yang hidup dan yang sudah dipotong dalam bentuk kemasan daging (win/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *