Bupati Majene Resmi Buka STQH ke XXVIII

  • Whatsapp
Bupati Majene Resmi Buka STQH ke XXVIII

PAREPOS. CO. ID, MAJENE- Bupati Majene Lukman membuka secara resmi Seleksi Tilawatil Quran dan Hadist (STQH) ke XXVIII tingkat Kabupaten Majene, di Pendopo Rujab Bupati Majene, Senin 1 Maret 2021.

Lukman berharap, kepada para panitia dapat melaporkan secara tertulis disetiap akhir pelaksanaan kepada bupati. Karena keberhasilan ditentukan dari persiapan yang optimal termasuk tim kerja yang ada.

Bacaan Lainnya

“Meski kegiatan ini bukan untuk mencetak juara terbanyak, namun marwah dari pelaksanaan STQH dan MTQ tetap harus dijaga karena itu menjadi tujuan,” ungkapnya.

Ia menyarankan, agar bagian kesejahteraan rakyat (Kesra) Setda Majene dapat menganggarkan kegiatan STQH karena tidak jauh beda dengan pelaksanaan MTQ.

“Mengingat kadar muatannya sama, hanya jumlah cabang lomba yang agak sedikit dari MTQ. Sehingga penganggarannya jangan jauh beda STQ dan MTQ karena kadarnya hampir sama,” harapnya.

Diakhir sambutan Lukman berpesan, kepada para kafilah yang akan berlomba untuk tetap mengikuti kegiatan dengan baik. Demikian juga para dewan hakim yang bertindak secara profesional juga diharapkan mampu memberikan penilaian yang terukur dan konsisten.

“Melalui kegiatan ini tentu kita sudah mengetahui untuk tetap memperhatikan protokol kesehatan,” imbuhnya.

Sementara Plt Sekda Majene, H Masriadi Nadi Atjo yang juga Ketua Panitia Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Majene menyampaikan, jumlah peserta lomba diikuti 76 orang yang terdiri dari 38 putra dan putri.

“Untuk jumlah cabang lomba terdiri dari 6 cabang, yaitu Tilawah Alqur’an, Hifzh Alqur’an, Tafsir Alqur’an dan Musabaqah Hadist Alqur’an, dan kegiatan ini dimulai Senin 1 sampai 5 Maret 2021,” terangnya.

Kesempatan sama, Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Majene, H Adnan Nota mengatakan, pada tahun kemarin pelaksanaan STQH tingkat Provinsi, Kabupaten Majene telah mengukir sejarah manis yaitu keluar sebagai juara umum.

“Namun pada event MTQ tingkat Provinsi, Majene nyaris berada di posisi terbawah. Hal ini tidak adanya konsistensi dalam hal pembinaan dari hulu. Seharusnya para guru mengaji diberikan insentif yang layak agar fokus melakukan pembinaan,” pintanya.

Kegiatan STQH ke XXVIII Tingkat Kabupaten Majene dihadiri, Ketua DPRD Majene, Dandim 1401, Kajari Majene, Perwakilan Kapolres Majene, Ketua LPTQ Majene, para Staf Ahli, para Asisten Setda, para Pimpinan OPD, para Camat, Kabag, Lurah serta para perwakilan kafilah di setiap kecamatan.(edy/B)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *