Bupati Majene Lepas Tim Verifikasi Rumah Korban Gempa di Lima Kecamatan

  • Whatsapp
Bupati Majene Lepas Tim Verifikasi Rumah Korban Gempa di Lima Kecamatan

PAREPOS. CO. ID, MAJENE– Bupati Majene, Lukman secara resmi melepas tim verfiikasi teknis rumah warga korban gempa bumi di Majene. Tim verifikasi tersebut untuk segera bekerja dan turun langsung ke lapangan. Tim yang dilepas itu terdiri atas sejumlah unsur. Seperti dari BPBD Majene, Dinas PUPR, Dinas PKPP, Perguruan Tinggi (PT) yang ada di Majene, Binmas, Babinsa serta dari pihak kecamatan dan desa. Pelepasan tim verifikasi itu bertempat di ruang pola Kantor Bupati Majene.

Menurut laporan Sekretaris BPBD Kabupaten Majene, Gunawan, mengatakan tim verifikasi teknis terdiri dari 10 tim dari berbagai unsur dengan jumlah keseluruhan sebanyak 111 orang. Dia melanjutkan, daerah yang akan menjadi titik sasaran terdampak adalah di lima kecamatan, yaitu Kecamatan Malunda, Ulumanda, Tubo Sendana, Tammero’do dan Kecamatan Sendana.

Sementara Bupati Majene, Lukman mengatakan tugas yang akan dijalankan oleh tim kelihatannya gampang, namun sedikit rumit karena tim tersebut akan berhadapan langsung dengan warga masyarakat setempat yang menjadi korban gempa bumi.

” Makanya tenaga yang dibutuhkan adalah orang yang qualified dan berintegritas” ujarnya.

Untuk itu, sembari juga menanti keputusan resmi dari pemerintah pusat, terkait kondisi rumah apakah termasuk kategori berat, sedang atau ringan. Pemkab Majene berinisiatif membetuk tim verifikasi agar data yang masuk di jamin keakuratannya atau sesuai dengan kondisi di lapangan.

Karena itu tim yang bekerja diperlukan menghasilkan data yang akurat sesuai yang diharapkan. Karena dari hasil penilaian real dari tim teknis iniliah yang nantinya akan dikirim ke pemerintah pusat dengan tujuan untuk segera dieksekusi dalam hal bantuan pembiayaan bagi rumah warga yang terkena gempa bumi. Tentunya, diharapkan ada hasil dari tim teknis tersebut secara cepat dan tepat sebagai ujung tombak dalam melahirkan data yang valid

” Sebab, kami tidak ingin ada masyarakat merasa dikebiri dengan data yang tidak valid, mari kita satukan persepsi dalam memberikan perhatian kepada warga kita yang masih terdampak. Sehingga semuanya dapat berjalan lancar, ” tutupnya. (edy/B)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *