Vaksinasi COVID-19: Lampu Hijau untuk Kelompok Komorbid dan Penyintas

  • Whatsapp
Vaksinasi COVID-19: Lampu Hijau untuk Kelompok Komorbid dan Penyintas

PAREPOS.CO.ID,PAREPARE– Orang dengan komorbid sekarang bisa mendapatkan suntikan vaksin COVID-19 asalkan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Hal ini ditegaskan Kementerian
Kesehatan RI melalui surat edaran (SE) nomor HK.02.02/I/368/2021 tentang Pelaksanaan Vaksinasi COVID-19 pada Kelompok Sasaran Lansia, Komorbid dan Penyintas COVID-19, serta sasaran tunda.
Surat yang ditujukan kepada kepala dinas kesehatan provinsi dan kabupaten/kota tersebut
menjelaskan skrining vaksinasi bagi kelompok komorbid dan penyakit kronik lainnya dengan
ketentuan yang harus dipenuhi.
Kepala dinas kesehatan provinsi dan kabupaten/kota seluruh
Indonesia diharapkan segera melakukan tindakan korektif yang diperlukan dalam rangka
meningkatkan kelancaran pelaksanaan vaksinasi dan percepatan peningkatan cakupan
vaksinasi COVID-19.

Juru bicara Vaksinasi COVID-19, dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid. menjelaskan, surat edaran
tersebut didasari pada kajian Komite Penasihat Ahli Imunisasi Nasional serta Perhimpunan
Dokter Penyakit Dalam (PAPDI) dan Perhimpunan Kardiologi Indonesia (Perki). “Hasil kajian
menyebutkan vaksinasi COVID-19 dapat diberikan pada kelompok usia 60 tahun ke atas,Ibu
menyusui, penyintas COVID-19 setelah 3 bulan, dan komorbid. Adapun pelaksanaan pemberian
vaksin harus tetap mengikuti petunjuk teknis pelaksanaan vaksinasi COVID-19,” jelasnya.

Bacaan Lainnya

Bagi kelompok usia 60 tahun ke atas, tambahnya, pemberian vaksinasi diberikan dua dosis
dengan interval 28 hari. Selain itu terdapat skrining tambahan bagi sasaran usia > 60 tahun
seperti adakah kesulitan untuk naik 10 anak tangga, sering merasa kelelahan, memiliki penyakit komorbid, kesulitan berjalan 100-200 m dan ada penurunan berat badan yang signifikan dalam setahun terakhir. Sementara untuk kelompok komorbid, dalam hal ini hipertensi, dapat disuntik vaksin kecuali jika tekanan darahnya di atas 180/110 MmHg. Bagi kelompok komorbid dengan diabetes dapat divaksinasi sepanjang tidak ada kondisi akut, bahkan seorang penyandang kanker dan penyandang penyakit autoimun masih memungkinkan mendapatkan vaksinasi setelah
dikonsultasikan kepada dokter yang merawat.

Lebih jauh, kata dr. Nadia, cakupan vaksinasi semakin luas Penyintas COVID-19 juga dapat disuntik vaksin jika sudah lebih dari 3 bulan. Sementara itu, untuk kelompok sasaran tunda akan diberikan informasi agar datang
kembali ke fasilitas pelayanan kesehatan untuk memperoleh vaksinasi COVID-19 setelah
penyakitnya dapat kondisi terkendali atau telah mendapatkan surat keterangan layak imunisasi dari dokter yang merawatnya. Untuk mendukung proses vaksinasi, seluruh Pos Pelayanan Vaksinasi dilengkapi kitanafilaksis dan berada di bawah tanggung jawab Puskemas atau rumah sakit. “Kesiapan pos pelayanan vaksinasi akan sangat berperan dalam meningkatkan kelancaran pelaksanaan vaksinasi dan percepatan peningkatan cakupan vaksinasi COVID-19,” tutup dr. Nadia.(*/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *