Rutan Pinrang Rehabilitasi 60 Warga Binaan Pecandu Narkotika

  • Whatsapp
Rutan Pinrang Rehabilitasi 60 Warga Binaan Pecandu Narkotika

PAREPOS.CO.ID, PINRANG — Rumah Tahanan Negara (Rutan) Pinrang Kelas IIB Pinrang menyelenggarakan kegiatan rehabilitasi medis bagi para tahanan dan warga binaan pecandu, penyalahgunaan, dan korban penyalahgunaan narkotika Tahun 2021.

Kegiatan tersebut dilaksanakan di Rutan Pinrang, dan dihadiri Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sulawesi Selatan (Sulsel), Pejabat Struktural Kanwil Kemenkumham Sulsel, Perwakilan Puskesmas Mattiro Bulu, serta perwakilan Sat Narkoba Polres Pinrang, Selasa 16 Februari 2021.

Bacaan Lainnya

Kepala Rutan Kelas IIB Pinrang, Wahyu Trah Utomo memaparkan, pada kegiatan rehabilitasi ini, disesuaikan dengan anggaran, yaitu sebanyak 60 narapidana yang akan diikutkan. “Jadi totalnya kali ini, 60 orang. Kita laksanakan bertahap. Tahap awal sasarannya 20 orang narapidana,” paparnya.

Ia berharap rehabilitasi ini dapat berjalan sesuai perencanaan dan menjaga narapidana agar benar-benar bersih dan lepas dari jeratan narkoba. “Kami telah menyiapkan tempat khusus bagi mereka yang akan mengikuti proses rehab ini, dan tentunya terus kami pantau, agar program ini dapat berjalan lancar sesuai yang diharapkan,” harapnya.

Kepala BNNP Sulsel melalui Kepala Subkoordinator Penguatan Lembaga Rehabilitasi BNNP Sulsel, sekaligus Dewan Pembina IKAI Sulsel, Bambang Wahyudin, mengharapkan, program rehabilitasi medis sesuai dengan rencana yang telah ditentukan. Olehnya itu, ia mengapresiasi Rutan Pinrang yang telah bersedia menyelenggarakan rehabilitasi medis tersebut. “Kami berterima kasih kepada Rutan Pinrang karena salah satu tupoksi kami telah diampuh yaitu penyelenggaraan rehab medis. Semoga rehab ini berjalan lancar hingga akhir, jika ada kendala teknis, nanti dikoordinasikan dengan pihak kami di BNNP,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Divisi Pemasyarakatan Kantor Wilayah Kemenkum HAM Sulawesi Selatan, Edi Kurniadi mengimbau agar peserta rehab benar-benar mengikuti kegiatan ini dengan serius dan kesadaran sendiri. “Kegiatan ini terbilang langkah dilakukan di dalam Rutan, hanya Rutan tertentu yang diberikan anggaran untuk menyelenggarakan rehab. Oleh karena itu, saya imbau agar peserta rehab mengikuti dengan serius, atas kemauan sendiri dan memang benar-benar karena mau berhenti menggunakan narkoba,” tandasnya. Pada acara penutupan ditampilkan seni dan kreativitas WBP peserta rehab, seperti pembacaan puisi, dan menyanyi. (dar/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *