Relokasi, Bupati Majene Minta Pemdes Siapkan Data Akurat

  • Whatsapp
Relokasi, Bupati Majene Minta Pemdes Siapkan Data Akurat

PAREPOS.CO.ID, MAJENE–Dengan merespon keinginan warga korban gempa yang ingin direlokasi, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Majene kembali menggelar rapat bersama. Rapat itu dimpimpin langsung Bupati Majene, H Lukman dan dihadiri Dandim 1401 Majene, Letkol Inf Yudi Rombe, Kepala Dinas PKPP Majene, Hj Lies Herawati, Kadis. Sosial, Muh Jafar, Camat Malunda Salahuddin serta para Kepala Desa (Kades) yang minta direlokasi.

Rapat yang dilaksanakan di posko tenda induk BPBD Majene tepatnya di halaman Kantor Camat Malunda, Kamis 18 Februari 2021. Namun, sebelumnya juga dilaksanakan serangkaian acara vidcom di Makorem Mamuju.

Seperti diketahui terdapat tiga desa di Kecamatan Malunda yang ingin direlokasi karena warga merasa sudah tidak aman lagi. Diantaranya di Desa Bambangan. Ada dusun yang ingin direlokasi seperti Dusun Bambangan dan Dusun Batususun. Sedangkan di Desa Mekkatta adalah Dusun Aholeang dan Dusun Rui. Untuk Desa Salutahongang hanya terdapat satu dusun yaitu Dusun Salurindu.

Dalam pertemuan tersebut, Bupati Lukman berharap dan meminta agar pada pertemuan berikutnya yang dijadwalkan pekan depan sudah ada data pasti yang disodorkan. Tidak seperti pada rapat kali ini belum ada data real. Padahal yang dibutuhkan adalah data akurat.

Karena itu, Lukman menegaskan kepada peserta rapat termasuk para Kades agar dapat memasukan data akurat. Alasannya, karena itu yang mendesak dibutuhkan. Seperti berapa jumlah pasti warga yang direlokasi disetiap dusun. Demikian pula dengan kepastian titik lokasi yang akan relokasi.

Lukman juga meminta bagi pemerintah kecamatan supaya segera menjadwalkan pertemuan lanjutan. Hal itu terkait dengan rencana relokasi dengan melibatkan pihak Pemdes dan stakeholder terkait dari Pemkab Majene. Tujuannya, agar semua ini bisa rampung secepatnya.

Dikesempatan yang sama usai menggelar rapat, Bupati Lukman menyerahkan bantuan uang tunai secara simbolis kepada sepuluh ibu rumah tangga (IRT) yang rumahnya hancur akibat gempabumi. Bantuan itu diberikan dengan pertimbangan bagi IRT tersebut tergolong tidak mampu. Sehingga perlu dan layak diberikan bantuan berupa dana tunai. (edy/B)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *