Pertama di KTI, PT Mitra Hijau Asia Bangun Pabrik Pengolahan Limbah B3 di Garongkong

  • Whatsapp
Pertama di KTI, PT Mitra Hijau Asia Bangun Pabrik Pengolahan Limbah B3 di Garongkong

PAREPOS.CO.ID.BARRU — PT Mitra Hijau Asia akan membangun pabrik pengelola limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) di Kawasan Garongkong, Kelurahan Mangempang.

Direktur Jenderal Pengelolaan Sampah dan Pengelolaan Limbah Berbahaya dan Beracun (PSLB3), Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Rosa Vivien Ratnawati, melakukan peletakan batu pertama pembangunan pabrik yang pertama di Kawasan Timur Indonesia (KTI), Sabtu, 20 Februari, kemarin.

Bacaan Lainnya

Proyek pembangunan pabrik ini dimulai setelah melalui proses perizinan dan konsultasi publik yang berlangsung selama tiga tahun. Direktur PT Mitra Hijau Asia, Riory Rivandy Ilyas mengatakan, pembangunan tempat pengelolaan sampah ini merupakan bentuk kontribusi perusahaan dalam penanganan limbah B3 khususnya di wilayah KTI.

“Pembangunan tempat pengelolaan limbah B3 di daerah Barru ini dibangun agar kami dapat membantu pemerintah daerah Barru. Dan Sulawesi Selatan pada khususnya serta Indonesia Timur pada umumnya. Dengan demikian, pengelolaan limbah dapat lebih efisien bahkan dapat menekan biaya pengelolaan 30 sampai dengan 40% bahkan mungkin sampai dengan 50 %,”jelas Riory dalam sambutannya yang dibacakan oleh istrinya, Andi Gabriella Akbar Oddang.

Plt Bupati Barru, Dr Ir Abustan dalam sambutannya mengapresiasi PT Mitra Hijau Asia atas komitmennya dalam penanganan limbah B3. Nasruddin mengatakan, dengan adanya pabrik ini di Barru, maka akan mendorong efisiensi biaya penanganan limbah B3. Sehingga secara umum sangat membantu pemerintah dalam mendorong efisiensi anggaran. “Investasi ini sangat berarti bagi kami masyarakat Barru. Terima kasih kepada PT Mitra Hijau Asia atas pilihannya menempatkan lokasi pengelolaan limbah B3 di Barru. Ini tentu sangat baik dan dapat mendorong lapangan kerja di sini,” jelas Abustan

Direktur Jenderal Pengelolaan Sampah dan Pengelolaan Limbah Berbahaya dan Beracun (PSLB3), Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Rosa Vivien Ratnawati, SH, M.SD., dalam sambutannya memberi selamat kepada PT Mitra Hijau Asia atas kontribusi penting yang dilakukan dengan proyek pembangunan ini.

Menurut Vivien, Indonesia memang sangat memerlukan perusahaan besar pemusnahan limbah B3 di kawasan Indonesia Timur agar biaya penanganan limbah B3 bisa diperkecil. “Perlu diketahui bahwa di Indonesia hanya sedikit pabrik pemusnahan limbah B3. Oleh sebab itu, dengan berdirinya tempat pengelolaan limbah B3 ini, sangatlah penting. Saya percaya dan saya kenal baik dengan Riory Rivandy dan Pak Ilyas Asaad (Mantan Irjen KLHK), Mitra Hijau Asia selalu bekerja secara profesional,”kata Vivien.

Karenanya, Vivien berharap penanganan limbah B3 di KTI ini akan berjalan optimal dan efisien. “Jadi, tidak perlu lagi jauh-jauh harus mengirim ke Jawa. Industri di sini tentu bisa berhemat dengan adanya pabrik Mitra Hijau Asia nantinya,”ujarnya. (mad/B)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *